LintasWarganet.com – 16 Juni 2026 | Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan harapannya bahwa Iran akan membuka Selat Hormuz secara total mulai hari Jumat mendatang. Pernyataan tersebut disampaikan di Paris setelah pihak AS mengklaim telah menandatangani kesepakatan awal terkait proses perdamaian dengan Tehran.
Selat Hormuz, yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab, merupakan jalur strategis bagi hampir setengah produksi minyak dunia. Penutupan parsial atau total jalur ini sebelumnya telah menimbulkan gejolak pasar energi dan menambah ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Para pengamat menilai bahwa meskipun pernyataan ini bersifat optimis, realisasinya masih bergantung pada sejumlah faktor, antara lain:
- Komitmen Iran untuk menghentikan aktivitas militer di wilayah selat.
- Keberlanjutan dialog diplomatik antara kedua negara tanpa gangguan politik internal.
- Respon negara-negara lain yang memiliki kepentingan ekonomi di wilayah tersebut, seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan negara-negara produsen minyak utama.
Jika selat tersebut terbuka sepenuhnya, dampaknya diproyeksikan akan menurunkan harga minyak global, memperlancar arus perdagangan, dan meredakan ketegangan militer di perairan tersebut. Namun, para ahli memperingatkan bahwa ketegangan historis antara AS dan Iran serta dinamika politik domestik di kedua negara masih dapat mempengaruhi kelancaran proses tersebut.
Sejauh ini, belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Iran mengenai jadwal pasti pembukaan selat. Pemerintah Tehran diharapkan akan mengumumkan langkah selanjutnya dalam beberapa hari ke depan.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet