Gaethje TKO Topuria di UFC Freedom 250, Cerita Mereka Baru Saja Dimulai
Gaethje TKO Topuria di UFC Freedom 250, Cerita Mereka Baru Saja Dimulai

Gaethje TKO Topuria di UFC Freedom 250, Cerita Mereka Baru Saja Dimulai

LintasWarganet.com – 16 Juni 2026 | Petarung asal Amerika Serikat, Justin Gaullier “The Highlight” Gaethje, berhasil merebut gelar juara dunia kelas ringan UFC dengan kemenangan technical knockout (TKO) atas juara bertahan Ilia Topuria dalam pertarungan utama UFC Freedom 250 yang berlangsung pada 14 Juni 2026 di Gedung Putih, Amerika Serikat. Pertarungan yang berlangsung selama empat ronde ini menyuguhkan aksi brutal, luka berdarah, dan drama yang akan terus menggelitik para penggemar mixed martial arts (MMA) di seluruh dunia.

Ronde Pertama: Gaethje Mengambil Kendali

Sejak bel pertama berbunyi, Gaethje menampilkan agresivitas yang menjadi ciri khasnya. Kombinasi pukulan tangan keras dan tendangan kaki yang presisi menekan Topuria, yang pada saat itu masih dalam posisi mengamati. Pada akhir ronde pertama, Topuria berhasil menahan serangan, namun tubuhnya sudah mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan.

Ronde Kedua: Topuria Membalas, Namun Terluka

Topuria bangkit dengan tekad kuat dan melancarkan serangan balasan. Ia berhasil menancapkan beberapa pukulan ke tubuh Gaethje, bahkan mencoba melakukan kuncian di atas kanvas. Meskipun demikian, serangan Gaethje kembali menguasai tempo, menimbulkan cedera pada kulit wajah Topuria. Luka di sekitar mata dan hidung mulai mengeluarkan darah, menimbulkan kekhawatiran pada tim medis.

Ronde Ketiga: Dominasi Gaethje Meningkat

Pada ronde ketiga, Gaethje menegaskan dominasi dengan serangkaian pukulan keras yang menghantam wajah Topuria secara langsung. Darah mengalir deras, dan pembengkakan pada mata serta hidung semakin parah, mengganggu penglihatan Topuria. Tim medis melakukan pemeriksaan singkat dan memutuskan bahwa Topuria masih layak melanjutkan pertarungan.

Ronde Keempat: TKO dan Penghentian Pertandingan

Ronde keempat kembali dikuasai oleh Gaethje. Ia terus menekan Topuria dengan pukulan-pukulan cepat dan kuat, memperburuk luka pada wajah juara bertahan. Setelah menilai kondisi Topuria yang semakin berbahaya, tim medis memutuskan untuk menghentikan pertandingan. Wasit mengumumkan kemenangan TKO untuk Gaethje, menjadikannya juara dunia kelas ringan UFC yang pertama kali mengangkat sabuk penuh setelah sebelumnya menjabat sebagai juara interim.

Reaksi dan Dampak Pasca Pertandingan

Kemenangan ini menandai titik penting dalam karier Gaethje yang kini mencatat 28 kemenangan dan lima kekalahan. Setelah dua kegagalan sebelumnya melawan Khabib Nurmagomedov (2020) dan Charles Oliveira (2022), Gaethje akhirnya berhasil meraih puncak prestasi yang selama ini diincarnya. Di sisi lain, Topuria, yang sebelumnya mencatat rekor tak terkalahkan selama 17 pertarungan, harus menerima kegagalan pertamanya di level profesional, sekaligus kehilangan gelar juara kelas ringan yang baru saja diraihnya.

Ilia Topuria, dalam wawancara pasca pertarungan, menyatakan bahwa “cerita antara saya dan Justin Gaethje belum berakhir”. Ia menegaskan tekad untuk kembali ke octagon, memperbaiki kelemahan, dan menantang Gaethje lagi di masa depan. Pernyataan tersebut menambah spekulasi bahwa pertarungan rematch dapat menjadi agenda utama UFC dalam beberapa bulan ke depan.

Sementara itu, mantan juara kelas welterweight Islam Makhachev menanggapi kekalahan Topuria dengan komentar tajam di media sosial X. Ia menulis, “Berhenti pada pertarungan terpenting dalam kariermu – itu bukan sesuatu yang semua orang lakukan. Legenda sejati!” (Real Legend). Komentar Makhachev menambah tekanan pada Topuria, yang sempat dijadwalkan untuk bertarung melawan Makhachev dalam sebuah super fight yang diharapkan menjadi salah satu laga terbesar dalam sejarah UFC.

Kekalahan Topuria menutup peluang pertarungan antara dia dan Makhachev, sementara Gaethje kini menjadi juara tunggal kelas ringan. UFC diperkirakan akan merancang pertandingan antara Gaethje dan Makhachev sebagai pertarungan antara juara kelas ringan dan welterweight, mengingat popularitas keduanya dan potensi rating tinggi.

Para analis MMA menilai bahwa Gaethje, dengan gaya bertarung yang agresif dan kemampuan menyesuaikan ritme, kini berada di puncak performa. Sementara Topuria, meskipun mengalami luka serius, masih memiliki potensi untuk kembali kuat, mengingat catatan kemenangan impresifnya sebelum pertarungan ini. Kedepannya, pertarungan rematch antara Gaethje dan Topuria atau pertarungan melawan Makhachev akan menjadi sorotan utama dalam kalender UFC 2026.