LintasWarganet.com – 16 Juni 2026 | Pada 1 Muharram 1448 Hijriyah, sebuah kampung di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, merayakan tahun baru Islam dengan cara yang unik. Warga setempat menggelar tasyakuran bersama dan menyajikan tempe wedok, sebuah varian tempe yang diproses khusus untuk acara keagamaan.
Acara dimulai dengan pembacaan Al-Qur’an dan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat. Setelah itu, warga menyiapkan tempe yang difermentasi dengan tambahan bahan alami, kemudian dibentuk menyerupai perempuan sebagai simbol kebersamaan dan harapan akan keberkahan di tahun baru.
Berikut rangkaian kegiatan utama:
- Pembacaan doa dan khutbah singkat
- Persiapan tempe wedok di lapangan terbuka
- Distribusi tempe kepada seluruh rumah tangga
- Ramah tamah antarwarga sambil menikmati hidangan tradisional
Pak Hadi, ketua panitia, menjelaskan, “Tempe wedok bukan sekadar makanan, melainkan wujud rasa syukur dan solidaritas. Kami ingin menumbuhkan semangat persaudaraan dengan cara yang sederhana namun bermakna.”
Warga yang hadir mengungkapkan kebanggaan mereka atas tradisi ini. Ibu Siti, seorang ibu rumah tangga, menambahkan, “Setiap tahun kami menantikan momen ini. Tempe wedok mengingatkan kami pada nilai kebersamaan dan keberagaman dalam Islam.”
Selain menambah kehangatan sosial, acara ini juga menjadi ajang edukasi bagi generasi muda tentang pentingnya melestarikan warisan budaya lokal. Sekolah-sekolah di sekitar kampung turut berpartisipasi dengan mengirimkan siswa untuk belajar proses pembuatan tempe wedok.
Dengan menggabungkan unsur keagamaan dan budaya kuliner, kampung tersebut berhasil menciptakan perayaan Muharram yang tidak hanya religius, tetapi juga memperkuat identitas komunitas.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet