Geram DSI Dikira Ambil Untung dari Ekspor SDA, Dony Oskaria: Seolah-olah Kami Calo!
Geram DSI Dikira Ambil Untung dari Ekspor SDA, Dony Oskaria: Seolah-olah Kami Calo!

Geram DSI Dikira Ambil Untung dari Ekspor SDA, Dony Oskaria: Seolah-olah Kami Calo!

LintasWarganet.com – 15 Juni 2026 | Dony Oskaria, Chief Operating Officer (COO) Danantara, mengungkapkan rasa frustrasinya setelah Direktorat Sistem Informasi (DSI) menuduh perusahaan mereka mengambil keuntungan tidak wajar dari ekspor sumber daya alam (SDA). Menurut Oskaria, tuduhan tersebut tidak hanya keliru, melainkan menodai reputasi Danantara sebagai pelaku bisnis yang berintegritas.

Dalam pernyataan resmi yang disampaikan pada Jumat, 26 Juni 2024, Oskaria menegaskan bahwa Danantara tidak berperan sebagai perantara atau “celo” dalam proses ekspor. Ia menambahkan, “Seolah‑olah kami jadi calo mengambil margin (ekspor), padahal itu bukan demikian!”

Berikut poin‑poin utama yang dijelaskan oleh Oskaria:

  • Danantara berperan sebagai penyedia layanan logistik dan teknologi yang memfasilitasi proses ekspor, bukan sebagai pihak yang menambah margin keuntungan pada barang yang diekspor.
  • Setiap transaksi ekspor diatur oleh regulasi pemerintah yang ketat, termasuk mekanisme pembagian nilai tambah yang transparan.
  • Perusahaan selalu berkomitmen pada prinsip kepatuhan, anti‑korupsi, dan transparansi dalam setiap langkah operasionalnya.

DSI sendiri menyatakan bahwa mereka sedang melakukan audit terhadap perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam rantai nilai ekspor SDA, dengan tujuan memastikan tidak ada praktik tidak etis. Namun, Oskaria menilai audit tersebut belum didasarkan pada bukti konkret.

Kontroversi ini menimbulkan perdebatan lebih luas mengenai peran perusahaan swasta dalam sektor ekspor sumber daya alam Indonesia. Beberapa pengamat ekonomi berpendapat bahwa kolaborasi antara pemerintah dan swasta sangat penting untuk meningkatkan nilai tambah, sementara yang lain mengkhawatirkan potensi penyalahgunaan posisi.

Ke depannya, Danantara berencana meningkatkan transparansi melalui laporan publik rutin dan membuka dialog lebih intensif dengan regulator untuk menghindari kesalahpahaman serupa.