Debut Tijjani Reijnders di Piala Dunia 2026
LintasWarganet.com – 15 Juni 2026 | Gelandang berbakat keturunan Indonesia, Tijjani Reijnders, mencatatkan momen bersejarah pada Senin, 15 Juni 2026, ketika ia menjejakkan kaki pertama di panggung paling bergengsi sepak bola dunia. Pada laga perdana Grup F yang digelar di Arlington, Texas, Amerika Serikat, Tim Nasional Belanda (De Oranje) berhadapan dengan Timnas Jepang. Tijjani, yang berusia 25 tahun, dimulai sebagai starter di lini tengah sejak menit pertama dan tampil impresif selama 71 menit sebelum digantikan oleh Quinten Timber.
Penampilannya di lapangan hijau tidak hanya menambah nilai bagi De Oranje, tetapi juga menghidupkan kembali ingatan publik Indonesia yang selama empat tahun terakhir ramai memperdebatkan potensi naturalisasi pemain keturunan Indonesia. Meski demikian, Tijjani menegaskan bahwa tekadnya tetap untuk mengemban bendera Belanda, menolak tawaran naturalisasi yang diajukan oleh PSSI.
Laga Belanda vs Jepang: 2-2
Pertandingan berakhir dengan skor imbang 2-2 setelah kedua tim saling menukar gol. Pada babak pertama, Donyell Malen membuka keunggulan bagi Belanda, diikuti gol Crysencio Summerville yang menambah selisih menjadi 2-0. Jepang bangkit lewat gol Ayase Ueda dan penyumbang akhir Koki Ogawa yang menyamakan kedudukan pada menit ke-89 melalui sundulan dari tendangan sudut. Perubahan taktik dilakukan oleh pelatih Belanda, Koeman, dengan menurunkan Ryan Gravenberch dan menurunkan Nathan Aká untuk menambah pertahanan saat waktu terus berjalan.
Hasil imbang ini menempatkan Belanda dalam posisi yang kurang menguntungkan di grup, sementara Jepang memperoleh satu poin berharga di atas kompetisi terberat Grup F. Kedua tim masih memiliki peluang untuk melaju ke babak selanjutnya, namun hasil ini menegaskan ketatnya persaingan.
Sejarah Didekati PSSI
Sebelum debut di Piala Dunia, Tijjani sempat merasakan lonjakan perhatian dari tanah air. Pada tahun 2022, ketika masih berkarier bersama AZ Alkmaar di Eredivisie, Ketua Umum PSSI mengumumkan minat federasi untuk mengajak pemain keturunan Indonesia memperkuat timnas Garuda. Akibat pernyataan tersebut, akun Instagram Tijjani dibanjiri puluhan ribu pesan dari suporter Indonesia. Ia mengingat momen itu dalam wawancara dengan Helden Magazine: “Saya sedang di spa bersama istri, meletakkan ponsel di loker, dan ketika saya mengambilnya, Instagram saya meledak. Penggemar Indonesia mengalir deras, namun saya tetap fokus pada mimpi bermain untuk De Oranje.”
Setelah menimbang tawaran naturalisasi, Tijjani memutuskan untuk menunggu peluang di timnas Belanda. Keputusan itu akhirnya terbayar ketika pada September 2023 ia resmi pindah ke AC Milan, klub raksasa Italia, yang membuka pintu bagi debut internasionalnya. Meski pada awalnya tidak pasti akan mengenakan jersi Oranye, ia terus bekerja keras hingga akhirnya terpilih masuk skuad Belanda untuk Piala Dunia 2026.
Motivasi dan Tantangan Kedepan
Tijjani tidak menutup kemungkinan bahwa pada suatu titik ia sempat memikirkan opsi Indonesia sebagai pelabuhan alternatif bila jalur masuk timnas Belanda terhambat. Namun, tekadnya tetap bulat: “Saya ingin bermain untuk Belanda. Jika kesempatan itu muncul, saya akan menggapainya dengan segala kemampuan,” ujarnya. Penampilannya melawan Jepang menjadi bukti bahwa ia mampu bersaing di level tertinggi.
Ke depan, De Oranje harus mengoptimalkan strategi terutama di lini tengah, mengingat peran sentral Tijjani yang kini telah terbukti mampu mengatur tempo permainan. Sementara Jepang, dengan keberanian menyerang hingga menit akhir, menunjukkan bahwa grup ini belum memiliki tim yang dapat diabaikan begitu saja.
Debut Tijjani di Piala Dunia 2026 tidak hanya menjadi catatan pribadi, melainkan juga menambah dimensi baru dalam narasi sepak bola Indonesia yang kini semakin global. Meski menolak naturalisasi, ia tetap menjadi inspirasi bagi generasi muda keturunan Indonesia yang bercita‑cita menembus level internasional. Perjalanan kariernya menegaskan pentingnya keputusan berani, kerja keras, dan komitmen pada impian pribadi dalam dunia sepak bola profesional.
Dengan hasil imbang melawan Jepang, De Oranje harus bangkit pada pertandingan berikutnya untuk memastikan melaju ke fase knockout. Sementara itu, Tijjani Reijnders kini berada di titik krusial kariernya, di mana setiap menit bermain di panggung dunia dapat menjadi batu loncatan menuju peran yang lebih besar di timnas Belanda.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet