BEM UI Ungkap Bukti Pemberitahuan Aksi di Bundaran HI, Kritik Polri Hanya Bela Kepentingan Elite
BEM UI Ungkap Bukti Pemberitahuan Aksi di Bundaran HI, Kritik Polri Hanya Bela Kepentingan Elite

BEM UI Ungkap Bukti Pemberitahuan Aksi di Bundaran HI, Kritik Polri Hanya Bela Kepentingan Elite

LintasWarganet.com – 14 Juni 2026 | Barisan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) pada hari Rabu mengumumkan bahwa mereka telah memperoleh bukti tertulis berupa surat pemberitahuan aksi yang akan dilaksanakan di Bundaran HI. Surat tersebut berisi jadwal, rute, dan tujuan aksi yang direncanakan oleh mahasiswa dari berbagai fakultas untuk menuntut kebijakan publik yang dianggap tidak berpihak pada rakyat.

  • Isi utama surat: tanggal 18 September 2024, pukul 10.00‑14.00, rute dari Jalan Medan Merdeka ke Bundaran HI.
  • Catatan kepolisian: “Aksi harus dilaksanakan secara damai, tidak boleh menghalangi arus lalu lintas utama, dan tidak boleh menutupi simbol negara.”
  • Permintaan BEM UI: kebebasan berpendapat, hak berkumpul, serta penegakan kebijakan yang berpihak pada masyarakat luas.

Setelah surat tersebut dipublikasikan, pihak Polri menanggapi dengan menyatakan bahwa mereka “hanya menjalankan tugas menjaga ketertiban dan keamanan publik”. BEM UI menilai pernyataan tersebut sebagai bukti bahwa aparat keamanan lebih memprioritaskan kepentingan elite di Jakarta, khususnya kalangan politikus dan pengusaha yang berpengaruh.

Berbagai pihak menilai perdebatan ini mencerminkan ketegangan yang semakin tajam antara gerakan mahasiswa dan lembaga keamanan negara. Di satu sisi, mahasiswa menuntut ruang publik yang lebih terbuka untuk demonstrasi damai; di sisi lain, kepolisian menekankan pentingnya menjaga arus lalu lintas dan mencegah potensi kerusuhan.

Analisis para pengamat menunjukkan bahwa pola serupa telah terjadi pada beberapa aksi sebelumnya, di mana izin aksi diberikan dengan syarat‑syarat yang membatasi kebebasan berekspresi. Mereka memperingatkan bahwa jika mekanisme izin terus diperlambat atau diberi pembatasan berlebihan, kepercayaan publik terhadap institusi keamanan dapat menurun.

Hingga kini, BEM UI belum menerima klarifikasi lebih lanjut dari Polri mengenai poin‑poin kritis dalam surat tersebut. Mahasiswa menegaskan akan melanjutkan aksi sesuai jadwal yang telah ditetapkan, sambil tetap menuntut transparansi penuh dari aparat keamanan.