Ben Gannon-Doak: Dari Kepergian dari Celtic hingga Panggung Dunia di Boston – Apa yang Hilang dan Apa yang Dirasakan
Ben Gannon-Doak: Dari Kepergian dari Celtic hingga Panggung Dunia di Boston – Apa yang Hilang dan Apa yang Dirasakan

Ben Gannon-Doak: Dari Kepergian dari Celtic hingga Panggung Dunia di Boston – Apa yang Hilang dan Apa yang Dirasakan

LintasWarganet.com – 14 Juni 2026 | Ben Gannon-Doak, sayap kanan asal Skotlandia yang dulu menjadi salah satu talenta paling bersinar di akademi Celtic, kembali menjadi sorotan publik setelah aksi pentingnya dalam laga pembukaan Piala Dunia 2026 melawan Haiti. Kepergian sang pemain ke Liverpool pada usia 16 tahun masih terasa sebagai luka terbuka bagi pendukung Celtic, sementara penampilannya di Boston menegaskan kualitas yang masih dapat bersaing di level tertinggi.

Latar Belakang dan Kepergian dari Celtic

Gannon-Doak menapaki kariernya di akademi Celtic, sebuah institusi yang telah melahirkan banyak bintang Skotlandia. Pada tahun 2024, ia dipindahkan ke Liverpool dengan harapan dapat mengasah kemampuan di Premier League. Keputusan itu memicu kritik tajam dari sejumlah pengamat, termasuk mantan pemain Celtic, Andy Halliday, yang menilai bahwa klub kehilangan seorang pemain yang memiliki potensi luar biasa pada usia yang masih sangat muda.

Kritik dan Harapan dari Andy Halliday

Dalam sebuah wawancara di program Open Goal, Halliday menegaskan betapa berartinya Gannon-Doak bagi Celtic. Ia berkata, “Bayangkan jika Celtic berhasil mempertahankan Ben Doak hingga berusia 18 atau 19 tahun – dia sungguh luar biasa, begitu bagus.” Halliday menambahkan bahwa Celtic selama ini mengalami kekurangan sayap kanan yang dapat menembus pertahanan lawan, menciptakan peluang, dan menekan bek lawan. Menurut Halliday, Gannon-Doak memiliki semua kualitas tersebut: keberanian menguasai bola, kecepatan dalam menyerang, serta keinginan untuk tidak sekadar mengulang kepemilikan bola.

Meski demikian, Halliday mengakui bahwa kembalinya Gannon-Doak ke Celtic kini tampak hampir mustahil. Gaji yang ditawarkan oleh Liverpool serta pengalaman di Premier League menempatkan harga pemain itu jauh di luar kemampuan finansial Celtic. Namun, pertanyaan tentang apa yang akan terjadi jika sang pemain tetap berada di Glasgow masih menjadi bahan perbincangan di kalangan suporter.

Penampilan di Piala Dunia 2026: Aksi Melawan Haiti

Pada 14 Juni 2026, dunia menyaksikan laga debut Skotlandia di Piala Dunia 2026 melawan Haiti di Boston Stadium, Foxborough. Meskipun Skotlandia menjuarai pertandingan 1-0, Gannon-Doak memiliki peran penting dalam rangkaian serangan awal. Ia menembakkan tembakan keras yang berhasil diblokir oleh kiper Haiti, Johny Placide. Bola yang terpantul kemudian dimanfaatkan oleh Che Adams, yang memberikan umpan balik kepada Gannon-Doak. Pemain muda ini kembali mengirimkan bola kepada McGinn, yang mengeksekusi tembakan dari titik penalti menjadi satu-satunya gol kemenangan.

Kecepatan, ketajaman, dan keberanian Gannon-Doak dalam menyerang menjadi sorotan utama. Meskipun belum mencetak gol, kontribusinya membantu membuka ruang bagi McGinn. Kemenangan ini menandai keberhasilan Skotlandia pertama di Piala Dunia sejak 1990, sekaligus menegaskan bahwa generasi muda, termasuk Gannon-Doak, mampu tampil di panggung global.

Masa Depan dan Tantangan

Setelah penampilan impresif di Boston, pertanyaan berikutnya adalah apakah Gannon-Doak akan terus berkembang atau terhambat oleh cedera yang sering mengganggunya. Sejumlah pengamat mencatat bahwa ia pernah mengalami beberapa cedera ringan yang mengganggu ritme bermain, namun tidak ada indikasi bahwa masalah tersebut akan berlanjut secara signifikan.

Jika ia dapat tetap fit, peluang bagi Gannon-Doak untuk menjadi pemain inti di tim nasional Skotlandia sangat besar. Di sisi klub, Liverpool tetap menjadi rumahnya, namun rumor transfer ke liga lain atau bahkan kepulangan ke Skotlandia tidak dapat dikesampingkan sepenuhnya, meskipun secara finansial tampak sulit.

Secara keseluruhan, perjalanan Gannon-Doak mencerminkan dilema antara potensi luar biasa yang dimiliki pemain muda dan keputusan klub yang dipengaruhi oleh faktor ekonomi serta ambisi pribadi pemain. Keputusan Celtic pada 2024 meninggalkan rasa kehilangan, sementara penampilan di Piala Dunia menunjukkan bahwa bakatnya tetap relevan dan mampu bersaing di level tertinggi.

Dengan usia masih di bawah 20 tahun, Ben Gannon-Doak memiliki banyak waktu untuk menorehkan prestasi lebih besar, baik di level klub maupun internasional. Penggemar Celtic, meski tetap berharap suatu hari ia kembali mengenakan jersey hijau, kini dapat menyaksikan evolusi kariernya dari jarak jauh, sambil menantikan apakah sang pemain akan kembali menjadi bagian penting dalam strategi serangan timnas Skotlandia di masa mendatang.