LintasWarganet.com – 14 Juni 2026 | Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi, menegaskan pentingnya peran lembaganya dalam mengawasi pelaksanaan kesepakatan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Grossi menyampaikan bahwa kehadiran IAEA dapat memastikan transparansi, kepatuhan, dan keamanan dalam setiap langkah implementasi perjanjian tersebut.
Kesepakatan nuklir yang baru saja dinegosiasikan oleh kedua negara menargetkan pembatasan program nuklir Iran, sekaligus membuka jalur ekonomi dan politik yang lebih luas. Namun, mengingat sejarah ketegangan dan keraguan terhadap niat masing-masing pihak, IAEA menuntut kehadirannya sejak tahap awal pelaksanaan.
Berikut poin-poin utama yang diungkapkan Grossi:
- IAEA harus diberikan akses penuh ke fasilitas nuklir Iran untuk melakukan inspeksi rutin.
- Lembaga tersebut akan berkoordinasi dengan badan-badan keamanan internasional lainnya guna menghindari pelanggaran.
- Pengawasan meliputi verifikasi material nuklir, pemantauan peralatan, serta pelaporan periodik kepada pihak terkait.
- Setiap temuan yang mencurigakan akan dilaporkan secara transparan kepada Dewan Keamanan PBB.
Reaksi dari pemerintah Amerika Serikat menyambut baik ajakan IAEA, dengan harapan kehadiran badan tersebut dapat meningkatkan kepercayaan publik dan mengurangi risiko eskalasi. Sementara itu, pihak Iran menegaskan bahwa mereka bersedia memberi akses, namun menolak intervensi yang dianggap mengganggu kedaulatan nasional.
Indonesia, sebagai negara yang mendukung resolusi non‑proliferasi, menilai peran IAEA krusial untuk menjaga stabilitas kawasan Timur Tengah. Kementerian Luar Negeri menekankan pentingnya dialog konstruktif dan kepatuhan terhadap standar internasional.
Jika IAEA dilibatkan, proses verifikasi dapat berlangsung melalui tahapan berikut:
- Pembentukan tim inspeksi gabungan antara IAEA dan otoritas Iran.
- Penentuan zona kritis yang akan diawasi secara intensif.
- Penerapan teknologi pemantauan real‑time, termasuk satelit dan sensor.
- Pelaporan bulanan kepada semua pihak yang menandatangani perjanjian.
Keberhasilan pengawasan IAEA akan menjadi indikator utama keberlangsungan kesepakatan nuklir AS‑Iran serta kontribusi terhadap agenda non‑proliferasi global.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet