Ini Dua Modus Besar Perkara Korupsi di MBG, Tersangka Kemungkinan Bertambah
Ini Dua Modus Besar Perkara Korupsi di MBG, Tersangka Kemungkinan Bertambah

Ini Dua Modus Besar Perkara Korupsi di MBG, Tersangka Kemungkinan Bertambah

LintasWarganet.com – 13 Juni 2026 | JakartaKejaksaan Agung sedang menyelidiki dua modus utama yang diduga menjadi sumber korupsi dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola Badan Gizi Nasional. Penyidikan ini berpotensi menambah jumlah tersangka seiring temuan baru.

Modus pertama melibatkan manipulasi pengadaan barang dan jasa. Penyidik menemukan pola pemilihan vendor fiktif, penetapan harga di atas pasaran, dan pembuatan dokumen palsu untuk menutupi aliran dana.

Modus kedua berkaitan dengan kolusi antara pejabat pemerintah dan pihak swasta dalam penyaluran bantuan. Dana yang seharusnya dialokasikan untuk bahan makanan bergizi diduga dialihkan untuk kepentingan pribadi atau proyek lain yang tidak relevan.

  • Penyalahgunaan anggaran melalui pengadaan fiktif.
  • Penetapan harga tidak wajar.
  • Pembuatan dokumen palsu.
  • Kolusi antara pejabat dan vendor.
  • Pemindahan dana ke rekening pribadi atau non‑program.

Tim penyidik telah melakukan audit keuangan, memeriksa surat perjanjian, serta memanggil saksi dari berbagai tingkatan. Hingga kini, beberapa pejabat tingkat menengah dan eksekutif perusahaan pemasok telah ditetapkan sebagai tersangka, dan proses pengembangan penyidikan masih berlangsung.

Langkah Penyidikan Deskripsi
Audit internal Memeriksa laporan keuangan dan bukti transaksi.
Interogasi saksi Mengumpulkan keterangan dari pejabat dan pihak terkait.
Penelusuran alur dana Melacak pergerakan dana dari rekening pemerintah ke penerima akhir.
Pemeriksaan dokumen Memverifikasi keabsahan kontrak dan surat perjanjian.

Jika terbukti, para tersangka dapat dikenakan sanksi pidana sesuai Undang‑Undang Tindak Pidana Korupsi, termasuk hukuman penjara dan denda. Pemerintah juga berkomitmen memperketat pengawasan terhadap program bantuan sosial untuk mencegah terulangnya praktik serupa.