CIPS Dorong Penguatan UMKM Usai Kenaikan Harga Pertamax
CIPS Dorong Penguatan UMKM Usai Kenaikan Harga Pertamax

CIPS Dorong Penguatan UMKM Usai Kenaikan Harga Pertamax

LintasWarganet.com – 12 Juni 2026 | Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) mengimbau pemerintah untuk segera menyiapkan kebijakan yang dapat menstabilkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setelah kenaikan harga bahan bakar minyak jenis Pertamax. Kenaikan tarif yang diumumkan baru-baru ini menambah beban operasional bagi ribuan pelaku usaha transportasi, logistik, dan distribusi yang sangat bergantung pada bahan bakar tersebut.

Akibatnya, banyak UMKM yang mengeluhkan margin keuntungan yang menipis, bahkan mengancam keberlangsungan usaha. Beberapa di antaranya melaporkan penurunan omset hingga 15 persen dalam satu bulan pertama pasca kenaikan harga.

CIPS merumuskan serangkaian langkah yang dapat diambil pemerintah, antara lain:

  • Memberikan subsidi atau insentif khusus untuk bahan bakar yang dipakai oleh armada UMKM.
  • Menawarkan keringanan pajak dan bea masuk bagi kendaraan niaga berukuran kecil.
  • Meningkatkan akses kredit lunak melalui lembaga keuangan mikro untuk pembelian kendaraan yang lebih efisien.
  • Mengoptimalkan sistem monitoring harga bahan bakar agar tidak terjadi lonjakan harga yang tidak terduga.
  • Mendorong adopsi teknologi hemat bahan bakar, seperti kendaraan berbahan bakar alternatif atau sistem manajemen armada berbasis telematika.

Selain langkah-langkah tersebut, CIPS juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektoral antara Kementerian Perhubungan, Kementerian Keuangan, dan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPHTB) untuk memastikan kebijakan yang diambil bersifat terintegrasi dan berkelanjutan.

Jika kebijakan yang diusulkan dapat diimplementasikan secara tepat waktu, diharapkan UMKM di sektor transportasi tidak hanya dapat bertahan, tetapi juga meningkatkan daya saingnya di tengah dinamika pasar energi yang terus berubah.