LintasWarganet.com – 12 Juni 2026 | Kapten Timnas Korea Selatan, Son Heung‑min, mengaku kembali merasakan sensasi menjadi anak kecil menjelang Piala Dunia 2026. Meski berusia 33 tahun, semangat dan antusiasme sang bintang Tottenham Hotspur tidak berkurang, bahkan semakin menguat menjelang turnamen paling bergengsi dalam sepak bola dunia.
Persiapan Menyongsong Turnamen
Son menyatakan bahwa persiapan mental dan fisik menjelang Piala Dunia terasa seperti kembali ke masa-masa pertama berkarier. “Saya merasa seperti anak kecil yang kembali bermain,” ujarnya dalam konferensi pers di Seoul. Ia menekankan pentingnya kebersamaan tim, kedisiplinan latihan, serta kepercayaan pada taktik yang disusun oleh pelatih Hong Myung‑bo.
Dengan pengalaman tiga edisi sebelumnya (2014, 2018, 2022), Son tidak lagi merasakan kegugupan yang biasanya melanda pemain debut. Namun, ia tetap menegaskan bahwa setiap pertandingan tetap menuntut konsentrasi penuh, mengingat level kompetisi semakin ketat.
Kemenangan Dramatis atas Republik Ceko
Pada 12 Juni 2026, Korea Selatan memulai kampanye grup A melawan Republik Ceko di Estadio Guadalajara, Meksiko. Setelah terpaksa mengejar ketertinggalan, Tim Taegeuk Warriors berhasil memetik kemenangan 2‑1 berkat gol Hwang In‑beom dan Oh Hyeon‑gyu. Son Heung‑min tampil selama 69 menit, mencatat enam tembakan, satu di antaranya mengarah ke gawang lawan.
Meskipun tidak mencetak gol atau assist, kehadirannya sangat terasa. Son menjadi penggerak utama serangan, menciptakan peluang lewat kerja sama dengan Lee Jae‑sung dan Lee Kang‑in. Penampilannya menambah nilai penting bagi tim, terutama dalam mengendalikan ritme permainan di lini serang.
Rekor Khusus yang Dicapai
Dengan tampil di Piala Dunia 2026, Son Heung‑min menjadi pemain kedua dalam sejarah Timnas Korea Selatan yang berpartisipasi di empat edisi turnamen (2014‑2026). Rekor ini menyamai pencapaian pelatih Hong Myung‑bo, yang pernah tampil di empat Piala Dunia antara 1990‑2002. Keberhasilan ini menegaskan peranannya sebagai sosok veteran sekaligus inspirator bagi generasi muda.
Selain itu, Son berpeluang menembus rekor pencetak gol terbanyak Korea Selatan di Piala Dunia. Saat ini, ia berbagi posisi puncak dengan legenda Ahn Jung‑hwan, masing‑masing memiliki tiga gol. Jika Son dapat menambah satu gol lagi di turnamen ini, namanya akan mencatat sejarah sebagai pencetak gol terbanyak negara tersebut.
Analisis Peran dan Tantangan Kedepan
Meski tidak mencetak gol pada laga pembuka, kontribusi Son dalam menciptakan peluang dan menstabilkan lini serang tetap krusial. Penampilannya yang konsisten selama 69 menit menunjukkan kemampuan fisik yang masih terjaga, meskipun usia menambah tantangan kebugaran.
Ke depan, Korea Selatan akan menghadapi tantangan lebih berat di babak grup, terutama melawan tim-tim dengan pertahanan rapat. Son diharapkan terus menjadi penghubung antara lini tengah dan depan, serta memberikan arahan taktis di lapangan. Kepemimpinannya tidak hanya terletak pada kemampuan teknis, tetapi juga pada pengalaman yang dapat menenangkan rekan satu tim pada momen-momen krusial.
Jika Son dapat menambah gol atau assist pada pertandingan selanjutnya, hal itu tidak hanya memperkuat posisi Korea Selatan di grup, tetapi juga meningkatkan moral tim secara keseluruhan. Penampilan gemilangnya akan menjadi inspirasi bagi pemain muda yang sedang menunggu kesempatan tampil di panggung internasional.
Dengan semangat seperti anak kecil yang kembali bermain, Son Heung‑min menatap Piala Dunia 2026 dengan keyakinan besar. Rekor yang telah dicapai sekaligus potensi untuk menorehkan prestasi baru menjadikan ia figur sentral dalam perjuangan Korea Selatan mengincar prestasi terbaik dalam sejarah mereka.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet