LintasWarganet.com – 12 Juni 2026 | Ribuan mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di Bundaran HI, Jakarta, menuntut kebijakan ekonomi yang lebih berpihak pada rakyat. Sementara itu, serikat buruh nasional yang dipimpin oleh Said Iqbal memilih untuk tidak bergabung dalam aksi tersebut.
Said Iqbal menjelaskan bahwa keputusan buruh tidak ikut demo didasari oleh fokus utama mereka pada revisi regulasi ketenagakerjaan. Menurutnya, perubahan aturan tersebut sangat penting untuk melindungi hak-hak pekerja, meningkatkan kesejahteraan, serta menyesuaikan standar kerja dengan kondisi pasar tenaga kerja saat ini.
Selain itu, Iqbal menegaskan bahwa kebijakan BBM subsidi tidak mengalami kenaikan. Pemerintah tetap menjaga harga BBM subsidi agar tidak menambah beban ekonomi masyarakat, khususnya kelas pekerja. Hal ini menjadi salah satu alasan tambahan mengapa buruh menolak untuk berpartisipasi dalam aksi yang dipandang lebih mengarah pada isu-isu politik umum.
Berikut adalah beberapa poin utama yang menjadi fokus serikat buruh dalam beberapa minggu terakhir:
- Revisi Undang-Undang Ketenagakerjaan untuk memperkuat perlindungan pekerja kontrak.
- Peningkatan upah minimum regional (UMR) yang lebih realistis dan berkelanjutan.
- Penghapusan praktik outsourcing yang merugikan pekerja tetap.
- Penjaminan jaminan sosial yang lebih luas, termasuk asuransi kesehatan dan pensiun.
Sementara mahasiswa melanjutkan aksi mereka di Bundaran HI dengan berbagai spanduk dan orasi, serikat buruh tetap menggelar pertemuan internal dan mengajukan tuntutan kepada pemerintah melalui jalur dialog serta pengajuan proposal resmi.
Keputusan buruh untuk tidak ikut demo tidak berarti mereka menolak aspirasi mahasiswa, melainkan menegaskan prioritas perjuangan mereka yang terfokus pada hak-hak ketenagakerjaan dan kebijakan ekonomi yang stabil, termasuk kebijakan BBM subsidi yang tidak naik.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet