LintasWarganet.com – 11 Juni 2026 | Semifinal Piala AFF U-19 2026 yang digelar pada 11 Juni 2026 di Stadion Utama Sumatera Utara, Deli Serdang, menyuguhkan pertarungan tajam antara Timnas U-19 Thailand dan Kamboja. Thailand berhasil menorehkan kemenangan telak dengan skor 4-0, memastikan tiket ke partai final pada malam yang sama.
Jalannya pertandingan
Pukulan pertama dimulai pukul 16.00 WIB. Kedua tim menampilkan pola permainan yang cermat; Thailand mendominasi penguasaan bola sejak menit pertama, sementara Kamboja mencoba menekan lewat serangan cepat pada menit ke‑17. Upaya Kamboja belum menghasilkan gol meski beberapa umpan berhasil memasuki kotak penalti. Pertahanan Thailand tetap disiplin, menahan tekanan lawan hingga akhir babak pertama.
Pada menit ke‑31, Thailand membuka keunggulan lewat Natthakit Phosri. Pemain nomor 11 memanfaatkan umpan jauh dari kiper, menembus lini pertahanan Kamboja, dan mengeksekusi penyelesaian yang tak dapat dihentikan. Skor menjadi 1-0.
Menjelang jeda, Itthimon Tippanet (nomor 7) menambah angka pada menit ke‑45 setelah menerima umpan silang dan menembakkan bola ke sudut jauh gawang lawan. Thailand menutup babak pertama dengan keunggulan 2-0.
Pencetak gol kedua babak
Memasuki babak kedua, Thailand meningkatkan intensitas serangan. Pada menit ke‑80, Tippanet kembali menjadi penentu dengan menyundul bola hasil umpan silang tepat, menjadikan skor 3-0. Empat menit kemudian, bek Kamboja Udom Sean (nomor 13) secara tidak sengaja mengarahkan bola ke gawangnya sendiri, menambah gol bunuh diri yang membuat hasil akhir menjadi 4-0.
Statistik kunci
- Penguasaan bola Thailand: sekitar 62 %
- Jumlah tembakan ke arah gawang: Thailand 12, Kamboja 5
- Kartu merah: 1 (Kamboja, menit 61)
- Gol: Natthakit Phosri (1), Itthimon Tippanet (2), Udom Sean (OG)
Dampak dan prospek final
Kemenangan ini menegaskan dominasi Thailand di level U-19 Asia Tenggara. Tim yang dijuluki “Gajah Perang Muda” kini menanti lawan di final, yang akan diperebutkan antara Indonesia dan Australia pada malam yang sama. Jika Thailand mempertahankan performa serupa, peluang mereka merebut gelar pertama kali dalam sejarah turnamen ini menjadi sangat besar.
Untuk Kamboja, hasil 0‑4 menjadi pelajaran berharga. Meski menunjukkan keberanian dalam serangan awal, mereka harus meningkatkan koordinasi pertahanan dan mengurangi kesalahan fatal seperti gol bunuh diri. Pengalaman di semifinal ini diharapkan menjadi pijakan untuk perbaikan di kompetisi mendatang.
Secara keseluruhan, semifinal ini tidak hanya menampilkan aksi cepat dan gol-gol penting, tetapi juga menyoroti kualitas pembinaan pemain muda di kedua negara. Pertandingan berakhir dengan sorakan penonton yang menghargai kualitas permainan, sekaligus menanti laga final yang diprediksi akan menjadi pertarungan sengit.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet