BTS World Tour 'Arirang' Pecahkan Rekor Tiket di Jakarta, Sementara Busan Terserak Keluhan Pariwisata
BTS World Tour 'Arirang' Pecahkan Rekor Tiket di Jakarta, Sementara Busan Terserak Keluhan Pariwisata

BTS World Tour ‘Arirang’ Pecahkan Rekor Tiket di Jakarta, Sementara Busan Terserak Keluhan Pariwisata

LintasWarganet.com – 11 Juni 2026 | Gegapnya antusiasme penggemar K‑pop kembali memuncak ketika BTS mengumumkan dua hari konser penutup tur dunia ARIRANG di Jakarta, 26‑27 Desember 2026, di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Penjualan tiket yang dimulai pada 11 Juni 2026 pukul 12.00 WIB melalui Tiket.com menembus batas kecepatan, memicu penggunaan fitur Waiting Room untuk mengatur antrean virtual jutaan calon pembeli.

Rincian Penjualan dan Harga Tiket

Tiket dijual dalam dua fase: ARMY Membership Presale pada 9 Juni 2026, diikuti General Onsale pada 11 Juni 2026. Harga dibagi menjadi lima kategori utama, belum termasuk pajak dan biaya administrasi:

  • VIP Package – Rp4.500.000
  • Platinum Floor/Tribune (Lower) – Rp3.650.000
  • CAT 1 (Lower Tribune) – Rp2.800.000
  • CAT 2 (Upper Tribune) – Rp2.300.000
  • CAT 3 (Upper Tribune) – Rp1.800.000

Paket VIP menawarkan satu tiket masuk, sesi sound check, lanyard, poster, gift set, serta akses jalur khusus ke booth merchandise. Pembeli paket di kategori lain tetap mendapat satu tiket serta poster resmi sebagai kenang‑kenangan.

Proses pembelian mengharuskan pengguna memiliki akun Tiket.com dan menyiapkan metode pembayaran sebelum penjualan dibuka. Pada fase presale, pembeli ARMY wajib memasukkan kode keanggotaan 11 digit untuk verifikasi.

Inovasi Panggung 360 Derajat

Konser di GBK akan menjadi penampilan pertama BTS dengan panggung in‑the‑round 360 derajat, memungkinkan penonton di seluruh sudut stadion menikmati aksi RM, Jin, SUGA, J‑hope, Jimin, V, dan Jung‑Kook secara imersif. Tur ARIRANG diproyeksikan mencakup 79 pertunjukan di lebih dari 34 kota, menjadikannya salah satu tur K‑pop terbesar sepanjang masa.

Bayang‑Bayang Tur di Busan: Keluhan Pariwisata Meningkat

Sementara Jakarta bersiap menyambut BTS, kota Busan di Korea Selatan menghadapi lonjakan keluhan wisatawan terkait akomodasi. Data Korea Tourism Organization mencatat 185 keluhan di Busan pada Mei 2026, lebih dari setengah total nasional yang mencapai 368 keluhan.

Keluhan tersebut didominasi oleh masalah reservasi hotel: pembatalan mendadak, biaya pembatalan yang tinggi, dan kenaikan harga kamar setelah pengumuman konser ARIRANG IN BUSAN. Sekitar 133 keluhan terkait penginapan umum dan 21 keluhan terkait hotel berbintang. Salah satu insiden viral melibatkan seorang penggemar Jepang yang reservasinya dibatalkan sesaat setelah menanyakan detail check‑in, memicu kritik luas di media sosial.

Pihak berwenang kota Busan menyerukan kepada penyedia layanan untuk memastikan pengalaman positif bagi para wisatawan, sementara industri perhotelan berupaya menyesuaikan tarif dan kebijakan pembatalan menjelang kedatangan ribuan fan BTS.

Dinner Party 2.0: V, Jin, dan Debat Smartphone di Konser

Di sisi lain, BTS menyiarkan BTS Dinner Party 2.0 pada 10 Juni 2026, menampilkan percakapan santai antar‑anggota. Salah satu momen paling dibicarakan adalah ketika V menggoda Jin mengenai ketertarikan Jin terhadap wawancara Billie Eilish tentang penggunaan smartphone di konser. Billie berargumen bahwa merekam konser merupakan bagian penting budaya generasi muda, sementara BTS mengakui adanya dua pandangan: penggemar yang ingin menikmati momen tanpa gangguan dan yang ingin mengabadikannya lewat video.

Diskusi tersebut menegaskan kembali tantangan yang dihadapi penyelenggara acara global: menyeimbangkan kebebasan merekam dengan menjaga kualitas pengalaman langsung bagi semua penonton.

Dengan penjualan tiket yang melaju cepat, tantangan logistik di Busan, dan perdebatan tentang etika penggunaan smartphone, tur ARIRANG menjadi cerminan kompleksitas fenomena K‑pop modern. BTS tidak hanya menghadirkan musik, tetapi juga memicu dinamika ekonomi, sosial, dan budaya yang meluas hingga ke sektor pariwisata dan teknologi.

Keberhasilan konser Jakarta diprediksi akan membuka peluang bisnis baru bagi industri hiburan dan pariwisata Indonesia, sekaligus menjadi contoh bagi kota‑kota lain dalam mengelola dampak massal acara internasional.