LintasWarganet.com – 11 Juni 2026 | Dalam sebuah acara yang dihadiri oleh para pengusaha dan akademisi, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Prabowo Subianto menegaskan pentingnya Indonesia memperkuat kemandirian ekonomi di tengah dinamika geopolitik dan pasar global yang tidak menentu.
Gejolak yang terjadi di kancah internasional—mulai dari ketegangan perdagangan, fluktuasi harga komoditas, hingga ketidakpastian kebijakan moneter negara maju—dapat menimbulkan tekanan signifikan terhadap aliran modal dan permintaan ekspor Indonesia. Prabowo mengingatkan bahwa ketergantungan pada rantai pasokan luar negeri harus dikurangi untuk melindungi stabilitas ekonomi nasional.
Sebagai respons, pemerintah menegaskan komitmen untuk menjaga disiplin fiskal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi sebesar 5,61 persen pada tahun 2026. Target ini diharapkan tercapai melalui peningkatan investasi domestik, penguatan industri manufaktur, serta diversifikasi sumber energi.
- Penguatan fiskal: Pengendalian defisit anggaran dan optimalisasi penerimaan pajak.
- Investasi strategis: Penyediaan insentif bagi sektor-sektor yang memiliki nilai tambah tinggi, termasuk teknologi bersih dan digital.
- Diversifikasi ekonomi: Pengembangan industri hilir, agribisnis modern, dan pariwisata berkelanjutan.
- Ketahanan pangan: Peningkatan produktivitas pertanian melalui adopsi teknologi pertanian presisi.
Prabowo menambahkan bahwa kemandirian tidak berarti isolasi. Indonesia tetap terbuka untuk kerja sama internasional, namun harus memastikan bahwa setiap kemitraan memberikan nilai tambah yang jelas bagi perekonomian nasional.
Para pengamat menilai bahwa agenda berdikari ini sejalan dengan upaya jangka panjang pemerintah untuk menurunkan ketergantungan pada impor, khususnya barang-barang teknologi dan bahan baku industri. Namun, realisasi target pertumbuhan 5,61 persen memerlukan koordinasi lintas kementerian, reformasi regulasi, serta peran aktif sektor swasta.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet