Rupiah Terpuruk di Level Rp 17.951 per USD, Upaya Stabilitas dari BI dan Kemenkeu
Rupiah Terpuruk di Level Rp 17.951 per USD, Upaya Stabilitas dari BI dan Kemenkeu

Rupiah Terpuruk di Level Rp 17.951 per USD, Upaya Stabilitas dari BI dan Kemenkeu

LintasWarganet.com – 11 Juni 2026 | Nilai tukar rupiah kembali berada di zona lemah, mencatat level Rp 17.951 per satu dolar Amerika pada sesi perdagangan hari ini. Kenaikan kurs ini menandai tekanan lanjutan dari mata uang asing, terutama dolar, terhadap mata uang domestik.

Bank Indonesia (BI) bersama Kementerian Keuangan (Kemenkeu) segera menanggapi situasi dengan mengintensifkan kebijakan likuiditas dan mendorong aliran investasi. Kedua lembaga menekankan pentingnya menjaga kestabilan nilai tukar demi menstabilkan inflasi dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

Beberapa faktor yang memperparah depresiasi rupiah antara lain:

  • Sentimen pasar global yang masih dipengaruhi oleh kebijakan moneter ketat di Amerika Serikat.
  • Aliran keluar modal asing yang mencari imbal hasil lebih tinggi di pasar maju.
  • Ketidakpastian geopolitik yang meningkatkan permintaan safe‑haven seperti dolar.

Langkah-langkah yang diambil oleh otoritas meliputi:

  1. Peningkatan pasokan likuiditas melalui operasi pasar terbuka untuk menurunkan tekanan pada pasar uang.
  2. Penyesuaian suku bunga acuan bila diperlukan, guna menyeimbangkan arus modal.
  3. Pemberian insentif bagi investor domestik dan asing yang menanamkan dana di sektor produktif.

Para analis memperkirakan bahwa, selama tekanan eksternal berlanjut, rupiah kemungkinan akan tetap berada di kisaran Rp 17.800‑Rp 18.200 per dolar. Namun, kebijakan koordinasi antara BI dan Kemenkeu diharapkan dapat menahan penurunan lebih lanjut dan menciptakan kondisi yang lebih kondusif bagi investasi.

Penguatan fundamental ekonomi, seperti peningkatan ekspor dan perbaikan neraca perdagangan, akan menjadi kunci jangka panjang untuk memulihkan nilai tukar. Sementara itu, masyarakat dan pelaku usaha diimbau untuk tetap waspada terhadap fluktuasi kurs, terutama dalam perencanaan keuangan dan transaksi impor‑ekspor.