Trump sebut AS bantu 100 juta barel minyak lewati Selat Hormuz
Trump sebut AS bantu 100 juta barel minyak lewati Selat Hormuz

Trump sebut AS bantu 100 juta barel minyak lewati Selat Hormuz

LintasWarganet.com – 11 Juni 2026 | Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa pemerintahannya berhasil membantu mengangkut sekitar 100 juta barel minyak melalui Selat Hormuz, salah satu jalur penyeluruhan minyak terbesar di dunia. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah konferensi pers yang diadakan di Gedung Putih pada hari Senin, sekaligus menegaskan komitmen Amerika Serikat dalam menjaga kelancaran arus energi global.

Berikut poin-poin utama yang disampaikan oleh Presiden Trump:

  • Amerika Serikat telah mengirimkan kapal-kapal patroli khusus untuk melindungi kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz.
  • Kerjasama dengan sekutu regional, termasuk Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, memperkuat keamanan jalur pelayaran.
  • Penggunaan teknologi pemantauan satelit dan drone meningkatkan kemampuan deteksi potensi ancaman.
  • Target pengiriman minyak sebesar 100 juta barel diharapkan dapat menstabilkan pasokan global selama beberapa bulan ke depan.

Para analis menilai bahwa pernyataan Trump mencerminkan upaya politik untuk menegaskan dominasi AS dalam arena energi, sekaligus meredam kekhawatiran pasar mengenai kemungkinan gangguan pasokan minyak akibat konflik di Timur Tengah. Namun, beberapa pihak mengkritik kurangnya transparansi data operasional, serta menyoroti risiko eskalasi militer yang dapat memperparah ketegangan regional.

Di sisi lain, pemerintah Iran menolak tuduhan bahwa mereka berusaha memblokir jalur pengiriman minyak. Pejabat Tehran menegaskan bahwa Iran tidak memiliki niat untuk mengganggu arus perdagangan internasional, meski menyoroti bahwa sanksi ekonomi yang dikenakan oleh AS terus menambah beban bagi ekonomi negara tersebut.

Implikasi ekonomi dari keberhasilan pengiriman 100 juta barel minyak ini diperkirakan dapat menurunkan harga minyak mentah di pasar global, setidaknya dalam jangka pendek. Pedagang komoditas mencatat adanya pergerakan harga yang stabil setelah pengumuman tersebut, meskipun faktor-faktor lain seperti produksi OPEC+ dan permintaan pasca-pandemi tetap menjadi variabel utama.

Ke depan, Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat akan terus memantau situasi di Selat Hormuz dan siap mengambil tindakan tambahan bila diperlukan untuk menjamin keamanan jalur pelayaran dan stabilitas pasar energi dunia.