LintasWarganet.com – 11 Juni 2026 | Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, menegaskan pentingnya kolaborasi antara Kementerian Pertanian dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam memperkuat Badan Riset dan Mutu Pertanian (BRMP). Dalam sebuah pertemuan yang diadakan di Jakarta, Menteri menyampaikan bahwa kehadiran peneliti BRIN di lingkungan Kementerian akan mempercepat pengembangan teknologi pertanian yang adaptif terhadap perubahan iklim dan meningkatkan produktivitas pangan nasional.
Beberapa poin utama yang dibahas dalam pertemuan tersebut antara lain:
- Peningkatan jumlah peneliti BRIN yang akan ditempatkan di BRMP selama tiga tahun ke depan.
- Pembentukan unit kerja bersama untuk pengembangan varietas padi, jagung, dan kedelai yang tahan terhadap stres lingkungan.
- Penggunaan platform digital untuk berbagi data riset secara real-time antara BRIN, BRMP, dan institusi pertanian daerah.
- Pengalokasian dana tambahan sebesar Rp 1,2 triliun untuk proyek penelitian yang berorientasi pada peningkatan produktivitas dan kualitas hasil pertanian.
Menteri juga menekankan bahwa pencapaian swasembada pangan tidak hanya bergantung pada peningkatan produksi, tetapi juga pada peningkatan nilai tambah melalui pengolahan dan distribusi yang efisien. Oleh karena itu, integrasi hasil riset BRIN ke dalam program pelatihan petani dan penyuluhan teknis menjadi prioritas utama.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah, sektor pertanian diharapkan dapat menanggapi tantangan ketahanan pangan secara lebih efektif, sekaligus membuka peluang inovasi bagi para peneliti muda dan pelaku usaha agribisnis.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet