LintasWarganet.com – 11 Juni 2026 | Survei terbaru yang dilakukan oleh Adidaya Institute menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat Indonesia memiliki pandangan positif terhadap upaya pemberantasan korupsi yang dijanjikan pemerintah yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Survei ini melibatkan 1.200 responden dari 34 provinsi dengan metode random sampling dan margin error ±3,1 poin. Responden dibagi secara proporsional berdasarkan usia, jenis kelamin, dan tingkat pendidikan.
- 68,8% menyatakan optimisme bahwa korupsi akan berkurang selama masa jabatan Prabowo-Gibran.
- 22,5% masih ragu terhadap efektivitas kebijakan anti‑korupsi.
- 8,7% tidak yakin dan menganggap upaya pemerintah belum cukup.
Berikut adalah distribusi persepsi publik berdasarkan survei:
| Persepsi | Persentase |
|---|---|
| Optimis | 68,8% |
| Ragu | 22,5% |
| Tidak yakin | 8,7% |
Para pengamat politik menilai bahwa tingkat optimisme ini dipengaruhi oleh janji-janji reformasi yang disampaikan selama kampanye serta harapan publik terhadap integritas pribadi Presiden dan Wakil Presiden. Namun, mereka juga mengingatkan bahwa keberhasilan anti‑korupsi akan sangat bergantung pada implementasi kebijakan konkret, seperti penguatan KPK, penegakan hukum yang konsisten, dan transparansi dalam pengelolaan anggaran.
Jika optimisme publik dapat dipertahankan, pemerintah berpotensi mendapatkan dukungan politik yang lebih luas dalam melaksanakan agenda reformasi. Sebaliknya, kegagalan memenuhi ekspektasi dapat memicu kekecewaan dan menurunkan kepercayaan terhadap institusi negara.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet