Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Anggota Komisi Yudisial, Bakom RI: Penempatan Ada di Kejagung
Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Anggota Komisi Yudisial, Bakom RI: Penempatan Ada di Kejagung

Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Anggota Komisi Yudisial, Bakom RI: Penempatan Ada di Kejagung

LintasWarganet.com – 10 Juni 2026 | Sony Sonjaya, mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), secara resmi mengajukan diri sebagai calon anggota Komisi Yudisial (JC) pada pekan ini. Pemerintah menyatakan penghargaan atas keputusan tersebut, menekankan pentingnya keterbukaan dan partisipasi profesional dalam lembaga yudisial.

Badan Kehormatan Masyarakat Republik Indonesia (Bakom RI) menanggapi dengan menegaskan bahwa proses verifikasi dan penempatan calon JC berada di bawah kewenangan Kejaksaan Agung. Pernyataan “bolanya ada di Kejagung” menandakan bahwa semua tahapan administratif, termasuk pemeriksaan latar belakang, akan dikelola oleh Kejaksaan.

Berikut tahapan umum yang dilalui oleh calon anggota Komisi Yudisial:

  • Pengajuan surat permohonan resmi beserta dokumen pendukung.
  • Pemeriksaan kelayakan oleh Tim Seleksi yang dibentuk oleh Kejaksaan Agung.
  • Wawancara mendalam untuk menilai integritas, independensi, dan kompetensi hukum.
  • Penetapan nama calon oleh Kejaksaan dan penyerahan kepada Presiden untuk pertimbangan akhir.

Pengajuan Sony Sonjaya mendapatkan respons beragam dari kalangan politik dan masyarakat. Beberapa pihak memuji langkahnya sebagai bentuk dedikasi terhadap penegakan hukum, sementara yang lain menyoroti latar belakangnya di bidang gizi sebagai pertanyaan mengenai kecocokan kompetensi yudisial.

Jika terpilih, Sony Sonjaya akan meninggalkan posisi terakhirnya di BGN, membuka peluang bagi penggantinya untuk melanjutkan program-program gizi nasional yang tengah berjalan. Hal ini sekaligus menimbulkan diskusi mengenai kontinuitas kebijakan publik di sektor kesehatan.

Sejauh ini, belum ada konfirmasi resmi mengenai tanggal seleksi akhir atau keputusan akhir dari Presiden. Namun, Bakom RI menegaskan komitmennya untuk memastikan proses seleksi berjalan transparan dan akuntabel.