Siap-Siap! Skema Bansos Diubah jadi Tunai Rp5,4 Juta, Luhut Sebut Bakal Disaring Pakai AI
Siap-Siap! Skema Bansos Diubah jadi Tunai Rp5,4 Juta, Luhut Sebut Bakal Disaring Pakai AI

Siap-Siap! Skema Bansos Diubah jadi Tunai Rp5,4 Juta, Luhut Sebut Bakal Disaring Pakai AI

LintasWarganet.com – 10 Juni 2026 | Pemerintah Indonesia mengumumkan perubahan signifikan pada skema bantuan sosial (bansos). Mulai bulan depan, bantuan akan diberikan secara tunai dengan nilai Rp5,4 juta per individu yang memenuhi kriteria.

Penyesuaian ini bertujuan agar bantuan sampai tepat sasaran dan mengurangi waktu distribusi. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, menegaskan bahwa proses seleksi penerima akan dibantu oleh teknologi kecerdasan buatan (AI) serta pemanfaatan Digital Single ID (DSID) yang terintegrasi.

Berikut langkah‑langkah utama yang dijelaskan pemerintah:

  • Identifikasi calon penerima: Data kependudukan, catatan pekerjaan, dan histori bantuan sebelumnya akan diolah oleh algoritma AI untuk menilai tingkat kebutuhan.
  • Verifikasi digital: DSID akan menjadi satu identitas unik yang menghubungkan semua data pribadi, sehingga mengurangi duplikasi dan kesalahan pencatatan.
  • Pembayaran tunai: Setelah lolos penyaringan, dana akan ditransfer langsung ke rekening bank atau dompet digital penerima.

Luhut menambahkan bahwa penggunaan AI tidak hanya mempercepat proses, tetapi juga meningkatkan akurasi dalam menentukan prioritas wilayah yang paling terdampak oleh kemiskinan dan inflasi.

Pemerintah menargetkan bahwa skema baru ini dapat menjangkau sekitar 10 juta rumah tangga dalam fase awal, dengan rencana ekspansi pada kuartal berikutnya. Diharapkan pula bahwa mekanisme digital ini akan menurunkan biaya operasional hingga 15 % dibandingkan metode distribusi manual sebelumnya.

Beberapa pihak mengapresiasi inovasi ini, sementara kelompok lembaga swadaya masyarakat meminta agar algoritma AI bersifat transparan dan dapat diaudit publik untuk menghindari bias.

Jika berhasil, skema tunai berbasis AI ini dapat menjadi model bagi program kesejahteraan sosial di negara‑negara berkembang lainnya.