Ekonom INDEF Sebut Kenaikan Suku Bunga BI Hanya Solusi Sementara
Ekonom INDEF Sebut Kenaikan Suku Bunga BI Hanya Solusi Sementara

Ekonom INDEF Sebut Kenaikan Suku Bunga BI Hanya Solusi Sementara

LintasWarganet.com – 10 Juni 2026 | Jakarta, 10 Juni 2026 – Seorang ekonom terkemuka dari Institut Penelitian Ekonomi dan Keuangan (INDEF) menegaskan bahwa keputusan Bank Indonesia (BI) untuk menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,50% hanya merupakan solusi sementara dalam menanggulangi tekanan inflasi yang terus menguat.

  • Penurunan permintaan kredit konsumen, terutama pada sektor perumahan, diperkirakan akan terjadi karena beban cicilan KPR akan meningkat.
  • Para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) yang mengandalkan pinjaman berbunga tetap akan menghadapi biaya pembiayaan yang lebih tinggi.
  • Investasi asing dapat terpengaruh jika ekspektasi kebijakan moneter tidak diiringi dengan reformasi struktural.

Ekonom INDEF menekankan bahwa kebijakan suku bunga yang tinggi bersifat jangka pendek dan dapat menekan daya beli masyarakat. Ia menyarankan pemerintah untuk memperkuat kebijakan fiskal, mempercepat reformasi pasar tenaga kerja, serta meningkatkan efisiensi sektor logistik guna menurunkan biaya produksi.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya mengurangi beban cicilan kredit rumah tanpa bunga tetap (fixed) yang selama ini menjadi beban bagi banyak rumah tangga. Dengan suku bunga acuan yang lebih tinggi, beban cicilan KPR akan terasa lebih berat, sehingga risiko gagal bayar dapat meningkat.

Para analis pasar menilai bahwa langkah BI selanjutnya akan sangat bergantung pada data inflasi bulanan. Jika tekanan harga tetap tinggi, kemungkinan akan ada kenaikan suku bunga lanjutan. Sebaliknya, jika inflasi mulai melonggar, BI dapat mempertimbangkan penurunan suku bunga untuk merangsang pertumbuhan ekonomi.

Dengan demikian, kenaikan suku bunga BI pada saat ini harus dipandang sebagai langkah transisi sementara sambil menunggu kebijakan struktural yang lebih komprehensif dapat diimplementasikan.