LintasWarganet.com – 10 Juni 2026 | Duta Besar Republik Indonesia untuk Korea Selatan, Cecep Herawan, menekankan bahwa energi terbarukan dan kecerdasan buatan (AI) menjadi prioritas utama dalam rangka memperkuat hubungan bilateral antara kedua negara. Menurutnya, kolaborasi di bidang ini tidak hanya akan mempercepat transisi energi hijau Indonesia, tetapi juga meningkatkan kapasitas inovasi digital nasional.
Cecep Herawan menyatakan bahwa Korea Selatan memiliki teknologi canggih dalam pembangkit listrik berbasis tenaga surya, angin, serta penyimpanan energi (battery storage). Indonesia, dengan potensi energi terbarukan yang melimpah, berencana memanfaatkan keahlian tersebut melalui joint venture, transfer teknologi, dan pelatihan tenaga kerja.
Di sisi lain, sektor AI dipandang sebagai kunci untuk meningkatkan efisiensi industri, layanan publik, dan pertanian. Pemerintah Korea Selatan dikenal memiliki ekosistem startup AI yang kuat, sementara Indonesia tengah mengembangkan kebijakan nasional AI. Kerja sama di bidang ini diharapkan mencakup:
- Pengembangan platform AI untuk analisis data energi dan prediksi permintaan listrik.
- Pembentukan pusat riset bersama yang melibatkan universitas dan perusahaan teknologi.
- Penyediaan beasiswa dan program pertukaran bagi peneliti dan mahasiswa.
Selain itu, Cecep menambahkan bahwa investasi Korea Selatan di infrastruktur energi Indonesia akan diarahkan pada proyek-proyek skala besar, termasuk pembangkit listrik tenaga air dan gas terkompresi. Hal ini sejalan dengan target Indonesia untuk menurunkan emisi karbon dan mencapai bauran energi terbarukan sebesar 23% pada tahun 2025.
Kerja sama yang lebih intensif di bidang energi dan AI juga diharapkan membuka peluang bagi perusahaan-perusahaan kecil dan menengah (UKM) Indonesia untuk mengakses teknologi tinggi, meningkatkan daya saing, serta memperluas pasar ekspor ke Korea Selatan.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet