LintasWarganet.com – 09 Juni 2026 | Menteri Kebudayaan Lebanon, Ghassan Salame, mengimbau pemerintah Israel untuk menghentikan segala serangan yang menargetkan situs‑situs bersejarah di Lebanon. Seruan tersebut disampaikan setelah serangan udara terbaru menimpa situs Warisan Dunia UNESCO di kota Tyre, yang mengakibatkan kerusakan signifikan pada struktur arkeologis kuno.
Tyre, yang dikenal sebagai pusat peradaban Fenisia, termasuk dalam daftar Situs Warisan Dunia sejak 1984. Pada malam serangan, sejumlah menara, kolom, dan tembok batu yang berusia ribuan tahun mengalami keruntuhan sebagian, menghilangkan bagian penting dari artefak bersejarah yang belum sepenuhnya diekskavasi.
Salame menekankan bahwa penghancuran warisan budaya tidak hanya merugikan Lebanon, tetapi juga merupakan pelanggaran terhadap konvensi internasional yang melindungi situs bersejarah dalam situasi konflik. Ia menambahkan, “Kami menghormati hak setiap negara untuk mempertahankan keamanan, namun tempat-tempat bersejarah harus dilindungi dari segala bentuk kekerasan.”
Beberapa situs lain yang berpotensi terkena dampak termasuk:
- Baalbek – kompleks kuil Romawi yang menampilkan struktur megah seperti Stoa dan Tempat Suci Jupiter.
- Byblos – kota tertua yang terus dihuni, dengan reruntuhan Phoenician dan era Romawi.
- Sidon – situs arkeologi yang menyimpan jejak perdagangan maritim kuno.
- Kota Tua Beirut – area yang masih menyimpan lapisan sejarah Ottoman, Ottoman‑era, dan masa pra‑modern.
Konflik yang meluas antara Israel dan Hamas di wilayah Gaza telah menimbulkan ketegangan di perbatasan selatan Lebanon, dimana kelompok Hezbollah berulang kali menuduh Israel melakukan serangan lintas batas. Meskipun pemerintah Israel belum memberikan komentar resmi terkait permintaan Lebanon, pernyataan internasional dari UNESCO dan LSM budaya menegaskan pentingnya menjaga situs-situs tersebut.
UNESCO menyatakan, “Perlindungan warisan budaya adalah tanggung jawab bersama. Kerusakan pada situs UNESCO tidak hanya menghilangkan nilai historis, tetapi juga mengancam identitas kolektif umat manusia.” Organisasi‑organisasi hak asasi manusia menambahkan bahwa serangan terhadap warisan budaya dapat dianggap sebagai kejahatan perang.
Dengan latar belakang tersebut, Salame menyerukan dialog diplomatik antara pihak terkait serta penegakan ketentuan hukum humaniter internasional untuk mencegah kerusakan lebih lanjut. Ia juga mengajak komunitas internasional untuk memberikan bantuan teknis dan dana guna restorasi cepat terhadap kerusakan yang terjadi di Tyre.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet