Bapanas jaga ketat stok dan keterjangkauan pangan saat rupiah melemah

LintasWarganet.com – 09 Juni 2026 | Pemerintah terus memantau ketersediaan pasokan serta harga pangan untuk memastikan kebutuhan rakyat tetap terpenuhi meski nilai tukar rupiah mengalami tekanan. Badan Penanggulangan Krisis (Bapanas) berperan aktif dalam mengkoordinasikan langkah-langkah strategis yang meliputi pemantauan stok nasional, penyesuaian kebijakan impor, serta pengendalian harga di pasar.

Seiring depresiasi rupiah, biaya impor bahan pangan utama seperti beras, gula, dan minyak goreng cenderung naik. Untuk mengantisipasi dampak tersebut, Bapanas meningkatkan frekuensi survei pasar, memperkuat koordinasi dengan kementerian terkait, dan menyiapkan cadangan strategis yang dapat segera diakses bila terjadi kelangkaan.

Berbagai kebijakan penunjang telah diimplementasikan, antara lain:

  • Penguatan sistem informasi pasar berbasis teknologi untuk mengidentifikasi fluktuasi harga secara real‑time.
  • Peningkatan alokasi anggaran untuk subsidi pangan bagi kelompok rentan.
  • Pengaturan tarif impor yang fleksibel guna menstabilkan pasokan tanpa menambah beban pada konsumen.
  • Peningkatan produksi dalam negeri melalui insentif bagi petani dan pelaku agribisnis.

Selain itu, Bapanas berkolaborasi dengan bank sentral dalam mengawasi pergerakan nilai tukar, sehingga kebijakan moneter dapat selaras dengan upaya menjaga kestabilan harga pangan. Upaya tersebut diharapkan dapat meredam potensi inflasi pangan yang dapat menggerus daya beli masyarakat.

Dengan pendekatan terpadu dan pemantauan berkelanjutan, pemerintah menegaskan komitmen untuk menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan, bahkan di tengah tantangan nilai tukar yang tidak menentu.