Target PLTS 100 GW, IESR: Pulau Sumbawa Punya Potensi Energi Surya 8,64 GW
Target PLTS 100 GW, IESR: Pulau Sumbawa Punya Potensi Energi Surya 8,64 GW

Target PLTS 100 GW, IESR: Pulau Sumbawa Punya Potensi Energi Surya 8,64 GW

LintasWarganet.com – 08 Juni 2026 | Pemerintah Indonesia menargetkan kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) mencapai 100 gigawatt (GW) pada akhir dekade ini sebagai bagian dari upaya percepatan transisi energi bersih. Dalam rangka mewujudkan target tersebut, Institut Energi dan Sumber Daya (IESR) melakukan kajian potensi energi terbarukan di berbagai wilayah kepulauan, termasuk Pulau Sumbawa.

Potensi Energi Terbarukan di Pulau Sumbawa

Rincian Potensi Berdasarkan Sumber Energi

Sumber Energi Potensi (GW) Persentase dari Total
Tenaga Surya 8,64 84,53 %
Angin 1,05 10,28 %
Mini Hidro & Biomassa 0,52 5,19 %

Data di atas menunjukkan dominasi energi surya, namun potensi angin dan sumber lain tetap memberikan kontribusi tambahan yang signifikan.

Implikasi bagi Pencapaian Target Nasional

Jika potensi surya di Pulau Sumbawa dimanfaatkan secara optimal, kontribusinya dapat menambah lebih dari 8 GW dari total target 100 GW, atau sekitar 8 % dari keseluruhan kapasitas yang dibutuhkan. Hal ini menegaskan peran strategis wilayah kepulauan dalam penyebaran infrastruktur PLTS secara merata di seluruh Indonesia.

Tantangan dan Peluang Pengembangan

  • Infrastruktur: Ketersediaan jaringan listrik yang dapat menyalurkan energi dari Sumbawa ke pulau-pulau tetangga masih memerlukan investasi besar.
  • Pendanaan: Proyek skala besar memerlukan skema pembiayaan yang menarik bagi investor domestik dan internasional.
  • Regulasi: Kebijakan insentif, seperti feed-in tariff dan kemudahan perizinan, menjadi faktor kunci percepatan pembangunan.
  • SDM dan Teknologi: Pelatihan tenaga kerja lokal serta adopsi teknologi panel surya berefisiensi tinggi akan meningkatkan produktivitas.

Dengan mengatasi hambatan tersebut, Pulau Sumbawa dapat menjadi contoh sukses pengembangan energi terbarukan yang dapat direplikasi di wilayah lain.

Langkah Selanjutnya

  1. Melakukan studi kelayakan teknis dan ekonomi secara mendetail pada lokasi-lokasi potensial.
  2. Mengembangkan zona ekonomi khusus (ZEZ) yang memfasilitasi investasi PLTS.
  3. Menjalin kemitraan antara pemerintah daerah, perusahaan energi, dan lembaga keuangan.
  4. Mendorong program pelatihan teknis bagi tenaga kerja lokal.
  5. Memantau dan mengevaluasi progres secara periodik untuk memastikan pencapaian target 100 GW tepat waktu.

Pengembangan PLTS di Pulau Sumbawa tidak hanya akan berkontribusi pada target energi nasional, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat setempat melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan, dan akses listrik yang lebih stabil.