Resmi Dilantik Prabowo, Ini Profil Said Iqbal Tokoh Buruh yang Kini Jadi Penasihat Presiden Setingkat Menteri
Resmi Dilantik Prabowo, Ini Profil Said Iqbal Tokoh Buruh yang Kini Jadi Penasihat Presiden Setingkat Menteri

Resmi Dilantik Prabowo, Ini Profil Said Iqbal Tokoh Buruh yang Kini Jadi Penasihat Presiden Setingkat Menteri

LintasWarganet.com – 08 Juni 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi melantik Said Iqbal pada Senin, 8 Juni 2024, sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan. Upacara pelantikan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, menandai langkah strategis pemerintah dalam memperkuat kebijakan ketenagakerjaan menjelang masa jabatan berikutnya.

Said Iqbal, yang dikenal luas sebagai tokoh buruh nasional, memiliki jejak karier yang panjang dalam organisasi serikat pekerja. Lahir pada 1972 di Bandung, ia menempuh pendidikan sarjana ekonomi di Universitas Padjadjaran sebelum terjun ke dunia kerja sebagai tenaga administrasi di sebuah perusahaan manufaktur. Pengalaman tersebut menjadi landasan baginya memahami dinamika hubungan industrial dari perspektif pekerja.

Bergerak cepat di dunia serikat, Said Iqbal menjadi anggota aktif Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) pada awal 2000-an. Pada tahun 2010, ia terpilih menjadi Ketua Umum Wilayah Jawa Barat, posisi yang kemudian memperluas jaringan serta pengaruhnya di tingkat nasional. Pada 2018, ia berhasil mengamankan kursi Ketua Umum SPSI, memimpin organisasi dengan lebih dari 10 juta anggota tersebar di seluruh negeri.

Selama masa kepemimpinannya, Said Iqbal menekankan tiga prioritas utama:

  • Peningkatan upah minimum: Mendorong pemerintah daerah untuk menyesuaikan upah minimum regional (UMR) dengan inflasi dan produktivitas.
  • Perlindungan hak-hak pekerja migran: Membentuk mekanisme pengawasan yang lebih ketat terhadap agen penyalur tenaga kerja luar negeri.
  • Dialog sosial berkelanjutan: Memperkuat forum tripartit antara pemerintah, serikat pekerja, dan pengusaha untuk menghindari aksi mogok massal.

Penunjukan Said Iqbal sebagai penasihat setingkat menteri menandakan pengakuan pemerintah terhadap pentingnya perspektif pekerja dalam merumuskan kebijakan ketenagakerjaan. Sebagai penasihat, ia akan bertugas memberikan rekomendasi strategis kepada Presiden, mengkoordinasikan program pelatihan vokasi, serta mengawasi implementasi regulasi ketenagakerjaan yang adil.

Reaksi dari kalangan politik dan dunia usaha beragam. Beberapa pengamat menilai penunjukan ini dapat menyeimbangkan kepentingan pekerja dan pengusaha, sementara kelompok bisnis mengharapkan kebijakan yang tetap pro-investasi. Said Iqbal sendiri menyatakan komitmennya untuk menjembatani kepentingan semua pihak demi terciptanya iklim kerja yang produktif dan berkeadilan.

Ke depan, peran penasihat khusus ini diharapkan dapat mempercepat reformasi pasar kerja, meningkatkan keterampilan tenaga kerja Indonesia, serta menurunkan tingkat pengangguran, khususnya di kalangan pemuda. Dengan latar belakang yang kuat di dunia serikat, Said Iqbal berada pada posisi strategis untuk mewujudkan agenda tersebut.