LintasWarganet.com – 08 Juni 2026 | Berbagai negara di dunia menyimpan tradisi yang tak hanya menarik, namun kadang juga menimbulkan kontroversi karena tingkat risikonya. Meskipun demikian, banyak komunitas tetap mempertahankan kebiasaan tersebut sebagai bagian dari identitas budaya mereka. Berikut lima tradisi unik yang masih dipraktikkan hingga kini, termasuk satu yang paling mengejutkan: melempar bayi di India.
- Melempar Bayi di India – Di sebuah desa terpencil di negara bagian Uttar Pradesh, ada upacara bernama “Baccha Dahan” di mana bayi yang baru lahir selama tiga hari pertama secara simbolis dilemparkan dari sebuah platform setinggi tiga meter ke dalam pelukan para wanita desa yang menunggu dengan kain tebal. Praktik ini diyakini dapat mengusir energi negatif dan memastikan kesehatan serta keberuntungan sang anak. Upacara tersebut mendapat sorotan internasional karena dianggap berbahaya, namun pendukungnya berargumen bahwa penanganan yang hati-hati selama proses menjamin keselamatan bayi.
- La Tomatina, Spanyol – Setiap akhir Agustus, kota Buñol menyelenggarakan festival lempar tomat terbesar di dunia. Ribuan peserta berkelahi dengan tomat matang yang dilempar secara serentak, menciptakan lautan merah yang menutupi jalanan. Meskipun berantakan, acara ini telah menjadi daya tarik wisata utama dan dianggap sebagai cara melampiaskan energi serta mempererat kebersamaan.
- Hadaka Matsuri, Jepang – Festival “Naked Festival” ini diadakan di beberapa kuil Shinto, terutama di daerah Okayama. Ribuan pria berpakaian hanya memakai kain pinggang (fundoshi) bersaing untuk menangkap sebuah tongkat suci (shingi) yang dipercayakan pada dewa. Pemenang dipercaya akan memperoleh keberuntungan selama setahun. Keterlibatan dalam kondisi hampir telanjang menambah nuansa mistik dan ketegangan fisik.
- Cooper’s Hill Cheese Rolling, Inggris – Di lereng bukit Cooper’s Hill, Wiltshire, sebuah roda keju berukuran raksasa dijatuhkan dari puncak bukit setiap bulan Mei. Peserta berlari menuruni bukit dengan tujuan mengejar keju tersebut. Karena medan yang curam dan licin, cedera sering terjadi, namun tradisi ini tetap bertahan sejak abad ke-19 sebagai simbol kegigihan dan semangat kompetitif.
- Noche de los Rábanos, Meksiko – Pada malam 23 Desember, kota Oaxaca menggelar pameran patung-patung raban (lobak putih) yang diukir dengan detail tinggi, menggambarkan adegan-adegan religius dan budaya. Meskipun terkesan sederhana, kompetisi ini menuntut ketelitian tinggi karena raban mudah hancur. Pemenang biasanya mendapat penghargaan dan kesempatan menampilkan karya mereka di festival nasional.
Kelima tradisi di atas mencerminkan cara masyarakat mengekspresikan nilai, kepercayaan, dan identitas mereka melalui ritual yang unik. Meski ada perdebatan mengenai keamanan dan relevansi, keberlangsungan tradisi tersebut menunjukkan betapa kuatnya ikatan budaya yang melintasi generasi.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet