LintasWarganet.com – 08 Juni 2026 | Monaco, 7 Juni 2026 – Grand Prix Monaco 2026 berakhir dengan drama yang menegangkan, kecelakaan, serta serangkaian penalti yang mengubah klasemen pembalap. Pembalap muda Italia, Kimi Antonelli, kembali menunjukkan dominasi dengan meraih kemenangan kelima berturut‑turut, memperlebar keunggulannya menjadi 66 poin di puncak klasemen. Di samping itu, legenda tujuh gelar dunia, Lewis Hamilton, melompat ke posisi kedua setelah mengamankan podium kedua berurutan, sementara rekan satu timnya, George Russell, turun ke posisi ketiga akibat dua penalti yang dijatuhkan.
Keberhasilan Antonelli di Monako menegaskan bahwa tim Mercedes tetap berada di puncak performa musim 2026, dengan enam kemenangan beruntun sejak awal tahun. Namun, selain kemenangan, perlombaan ini juga menyuguhkan kisah kegagalan bagi beberapa pembalap dan tim. Charles Leclerc, yang berjuang untuk Ferrari, terpaksa mengakhiri balapan dengan DNF setelah mengalami masalah rem yang membuatnya menabrak barrier. Sementara itu, Max Verstappen, juara bertahan, terpaksa meninggalkan lintasan pada lap pertama karena kegagalan mekanis di garis start.
Klasemen Pembalap Teratas
| Posisi | Pembalap | Tim | Poin |
|---|---|---|---|
| 1 | Kimi Antonelli | Mercedes | ?? |
| 2 | Lewis Hamilton | Mercedes | ?? |
| 3 | George Russell | Mercedes | ?? |
| 4 | Charles Leclerc | Ferrari | ?? |
| 5 | Oscar Piastri | McLaren | ?? |
| 6 | Lando Norris | McLaren | ?? |
| 7 | Fernando Alonso | Aston Martin | 1 |
| 8 | Sergio Pérez | Cadillac | 0 (dihukum 10 detik) |
| 9 | Nico Hülkenberg | Audi | 0 |
| 10 | Valtteri Bottas | Mercedes | 0 |
Catatan: Poin yang tepat untuk masing‑masing pembalap belum dirilis secara resmi; tabel di atas menampilkan posisi relatif berdasarkan laporan yang ada.
Penalti terbesar datang pada Sergio Pérez, yang pada awalnya tampak akan mencatatkan poin pertama bagi tim baru Cadillac setelah menempati posisi kesepuluh di garis finis. Namun, stewards menambahkan hukuman 10 detik karena posisi start yang tidak sesuai pada restart, yang menurunkan Pérez ke posisi kelima belas dan menghilangkan peluang Cadillac mencatatkan poin historis pertama di musim ini.
Fernando Alonso, yang belum mencatatkan poin sejak awal musim, berhasil memanfaatkan situasi tersebut dan menembus top‑10 untuk pertama kalinya tahun ini, memberi sedikit harapan bagi tim Aston Martin yang juga mengalami awal musim yang berat.
Di sisi lain, tim Red Bull mengalami nasib beragam. Isack Hadjar berhasil mempertahankan posisi ketiga meski tim sempat mencoba mengganti komponen mesin selama red flag, sebuah tindakan yang tidak diizinkan namun tidak dikenai sanksi oleh stewards. Pierre Gasly masih berada dalam proses banding, sementara Max Verstappen harus menerima kegagalan teknis yang berujung pada DNF.
Keberhasilan Antonelli tidak hanya menambah catatan pribadi sebagai pembalap termuda yang menaklukkan sirkuit Monaco, tetapi juga menegaskan bahwa masa depan Formula 1 sedang beralih ke generasi baru. Dominasi Mercedes selama enam balapan pertama musim ini menimbulkan pertanyaan tentang keseimbangan kompetisi, terutama mengingat performa kuat tim-tim baru seperti Cadillac dan Audi yang masih berjuang mencari poin.
Dengan 16 balapan tersisa, termasuk pembukaan di Barcelona minggu depan, persaingan klasemen masih terbuka lebar. Hamilton bertekad untuk memanfaatkan momentum positifnya, sementara Russell harus bangkit kembali setelah penalti yang menurunkan posisinya. Ferrari berharap Leclerc dapat bangkit dari DNF di Monako dan kembali bersaing, sedangkan tim Aston Martin dan Cadillac berusaha memperbaiki strategi dan keandalan mobil.
Musim 2026 masih panjang, namun satu hal sudah jelas: Kimi Antonelli telah menancapkan standar tinggi, dan pertarungan antara legenda berpengalaman serta bintang muda akan menjadi sorotan utama hingga akhir musim.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet