LintasWarganet.com – 07 Juni 2026 | Pembalap muda asal Prancis, Isack Hadjar, kembali menjadi sorotan utama setelah berhasil menempati posisi ketiga pada Grand Prix Monaco 2026. Meskipun podium ini menambah poin penting bagi tim Red Bull Racing, keberhasilannya kini berada di ujung tanduk karena FIA tengah menyelidiki dugaan pelanggaran saat red flag.
Kejadian di Lintasan dan Penyelidikan FIA
Pada akhir balapan, dua kecelakaan berturut-turut—dari Lance Stroll dan Charles Leclerc—memaksa race director menurunkan safety car, kemudian mengeluarkan red flag untuk inspeksi kerusakan pada bagian akhir trek. Selama periode penghentian balapan, mekanik Red Bull melakukan operasi pada mobil nomor 6, yaitu mobil Hadjar, yang menurut ringkasan stewards melanggar Artikel B5.14.4.a. Operasi tersebut tidak termasuk penggantian suku cadang, namun dianggap sebagai intervensi yang tidak diizinkan.
Stewards mencatat bahwa ketika ditanya, mekanik menghentikan pekerjaan dan mengembalikan mobil ke kondisi semula tanpa mengganti apa pun. Meskipun tim mengklaim tindakan tersebut hanya bersifat sementara, regulasi FIA menegaskan bahwa segala pekerjaan pada mobil selama red flag harus sesuai prosedur yang ketat. Jika terbukti melanggar, Hadjar dapat kehilangan podium serta dikenai penalti poin.
Performa Hadjar di Monaco
Sebelum insiden, Hadjar menunjukkan performa yang mengesankan. Setelah mengalami kecelakaan keras pada sesi latihan bebas pertama (FP1), yang mengurangi waktu latihan dan menurunkan kepercayaan diri, ia berhasil bangkit dengan menempati posisi kelima di kualifikasi—tiga tempat di belakang rekan setimnya, Max Verstappen. Dalam balapan, ia memanfaatkan strategi pit stop yang tepat dan mengatasi masalah mesin yang sempat mengganggu performa sejak awal.
Ketika Kimi Antonelli, pembalap muda Mercedes, menguasai balapan dan akhirnya meraih kemenangan kelima beruntun, Hadjar tetap berada di posisi bersaing hingga akhir. Posisi ketiga yang ia capai berpotensi memberi kontribusi signifikan bagi klasemen pembalap, terutama mengingat rival utamanya, Lewis Hamilton, menempati posisi kedua, sementara Verstappen mengalami kegagalan start dan harus mengundurkan diri.
Reaksi dan Implikasi pada Kejuaraan
Jika FIA menjatuhkan penalti kepada Hadjar, dampaknya akan terasa tidak hanya pada poin Monaco, tetapi juga pada dinamika persaingan musim ini. Penalti poin dapat mengurangi jarak Hadjar dari pemimpin klasemen, sementara tim Red Bull berpotensi menghadapi sanksi tambahan. Di sisi lain, keputusan yang lebih lunak—seperti peringatan atau pengurangan poin minor—akan tetap menjaga posisi Hadjar dalam perburuan gelar.
Lewis Hamilton, yang menyatakan kegembiraannya atas kemenangan Antonelli, menekankan pentingnya konsistensi dan peningkatan performa tim Ferrari. Sementara itu, para analis menilai bahwa kasus Hadjar menjadi preseden penting bagi regulasi teknik di era mobil hybrid dan digitalisasi pit lane.
Penutup
Monaco Grand Prix 2026 menjadi sorotan bukan hanya karena kemenangan dramatis Kimi Antonelli, tetapi juga karena kontroversi yang melibatkan Isack Hadjar. Investigasi FIA masih berlangsung, dan keputusan akhir akan mempengaruhi tidak hanya hasil podium Monaco, tetapi juga strategi tim untuk sisa musim. Para penggemar F1 menantikan keputusan stewards dalam beberapa hari ke depan, sambil memantau perkembangan performa Hadjar dan Red Bull di sirkuit berikutnya.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet