Argentina Siapkan Gempuran di Piala Dunia 2026 Usai Cedera Balerdi dan Persiapan Intensif
Argentina Siapkan Gempuran di Piala Dunia 2026 Usai Cedera Balerdi dan Persiapan Intensif

Argentina Siapkan Gempuran di Piala Dunia 2026 Usai Cedera Balerdi dan Persiapan Intensif

LintasWarganet.com – 07 Juni 2026 | Argentina kembali menjadi sorotan utama menjelang Piala Dunia 2026 setelah meraih gelar juara pada edisi 2022. Dengan skuad yang masih dipimpin oleh Lionel Messi serta pelatih Lionel Scaloni, La Albiceleste bertekad mempertahankan mahkota di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Namun, perjalanan menuju turnamen tidak lepas dari tantangan, termasuk cedera pemain kunci dan kebutuhan menyesuaikan taktik.

Latar Belakang Juara Bertahan

Setelah mengalahkan Prancis dalam adu penalti pada final 2022, Argentina mengukir sejarah ketiga kali menjadi juara dunia, setelah kemenangan di 1978 dan 1986. Keberhasilan tersebut didukung oleh rangkaian prestasi di Copa America 2021, Finalissima 2022, serta Copa America 2024, menjadikan tim ini simbol stabilitas dan mental juara. Pada Piala Dunia 2026, Argentina ditempatkan di Grup J bersama Aljazair, Austria, dan Yordania, dengan pertandingan pembuka melawan Aljazair.

Cedera Leonardo Balerdi Mengguncang Barisan Bek

Sebelum turnamen dimulai, federasi sepak bola Argentina (AFA) mengumumkan bahwa bek tengah berusia 27 tahun, Leonardo Balerdi, harus dikeluarkan dari skuad karena cedera otot pada otot soleus kaki kanan. Balerdi, yang bermain untuk Olympique Marseille, baru saja menyelesaikan musim terbaiknya dengan 36 penampilan dan satu gol. Pemeriksaan medis di pusat latihan Kansas City menegaskan bahwa ia tidak dapat melanjutkan persiapan. Skaloni menyatakan kekecewaannya, namun menegaskan bahwa kedalaman lini pertahanan tetap kuat dengan kehadiran Nicolas Otamendi dan pemain muda yang siap mengisi kekosongan.

Uji Coba Mengalahkan Honduras 2-0

Pada 7 Juni 2026, Argentina menguji taktiknya dalam laga persahabatan melawan Honduras di Kyle Field, Texas. Meskipun Lionel Messi absen karena pemulihan cedera hamstring, tim tetap menunjukkan agresivitas lewat Lautaro Martínez, Thiago Almada, Giovani Lo Celso, dan Giuliano Simeone. Gol pertama tercipta dari penalti Lautaro pada menit ke‑37 setelah Nicolas Tagliafico dijatuhkan di dalam kotak penalti. Gol kedua datang lewat Simeone pada menit ke‑54 setelah kombinasi pendek di lini depan. Kemenangan 2‑0 tersebut memperlihatkan fleksibilitas skuad, meski beberapa pemain inti seperti Julian Álvarez dan Emiliano Martínez tidak dimainkan untuk mengelola kebugaran.

Grup J dan Tantangan di Amerika Utara

Argentina akan membuka laga grup melawan Aljazair, sebuah tim yang menampilkan kecepatan dan keberanian menyerang. Pertandingan selanjutnya melawan Austria dan Yordania menuntut kemampuan adaptasi taktik, mengingat perbedaan gaya bermain antara tim Eropa dan Timur Tengah. Skaloni diperkirakan akan memanfaatkan pengalaman pemain senior seperti Messi, Martínez, dan De Paul, sambil memberi ruang kepada generasi baru seperti Enzo Fernández dan Facundo Medina. Keberhasilan dalam mengelola rotasi pemain menjadi kunci, terutama mengingat jadwal padat di Amerika Utara.

Dukungan Fanatik di Tanah Air

Antusiasme pendukung sepak bola Indonesia semakin terasa dengan dibukanya adidas Home of Football di Pondok Indah Mall 3 pada 5 Juni 2026. Toko ini menjadi pusat aktivitas bagi komunitas sepak bola, menampilkan jersey tim nasional peserta Piala Dunia 2026, termasuk jersey Argentina. Kehadiran toko tersebut mencerminkan besarnya basis penggemar sepak bola di Indonesia, yang akan menjadi penonton potensial bagi aksi La Albiceleste di Piala Dunia. Bahkan figur sepak bola Indonesia seperti Irfan Bachdim dan Arlyansyah Abdulmanan hadir dalam acara pembukaan, menambah semangat menjelang turnamen global.

Secara keseluruhan, Argentina memasuki Piala Dunia 2026 dengan kombinasi pengalaman, mental juara, dan kedalaman skuad yang memadai meski harus berhadapan dengan cedera Leonardo Balerdi. Kemenangan uji coba melawan Honduras menunjukkan kemampuan tim untuk beradaptasi tanpa Messi, sementara dukungan fanatik di seluruh dunia, termasuk Indonesia, menambah energi positif bagi La Albiceleste. Tantangan di Grup J masih menanti, namun harapan besar tetap mengiringi tim yang ingin menorehkan sejarah menjadi tim pertama sejak Brasil 1962 yang berhasil mempertahankan gelar juara dunia.