LintasWarganet.com – 07 Juni 2026 | Ketika grup G Piala Dunia 2026 diumumkan, sorotan utama jatuh pada pertarungan antara Belgia dan Mesir. Di tengah harapan tinggi dan tekanan berat, Mohamed Salah menjadi talisman tak tergantikan yang diandalkan oleh timnas Mesir untuk menembus babak 32 besar.
Jadwal dan Konteks Grup G
Grup G menyatukan empat tim: Belgia, Mesir, Iran, dan Selandia Baru. Belgia masuk sebagai unggulan utama, mengincar posisi pertama untuk memperoleh jalur lebih menguntungkan di fase gugur. Sementara Iran mengandalkan pengalaman di level Asia, dan Selandia Baru berposisi sebagai kuda hitam. Laga pembuka antara Belgia dan Mesir dijadwalkan pada 15 Juni 2026 di Seattle, Amerika Serikat, menandai pertandingan paling krusial dalam grup.
Salah di Panggung Internasional: Rekor dan Tantangan
Mohamed Salah, yang berusia 34 tahun pada hari pembukaan tersebut, memegang rekor mencetak sembilan gol dalam fase kualifikasi, termasuk dua gol penentu yang memastikan tempat Mesir di Piala Dunia. Dengan 60 gol dalam 105 penampilan untuk timnas, ia tetap menjadi penyerang paling produktif dalam sejarah Mesir. Namun, catatan internasionalnya belum lengkap: Mesir belum pernah memenangkan pertandingan Piala Dunia sejak debutnya pada 1990.
Di level klub, musim 2025-26 menjadi tantangan tersendiri bagi Salah. Setelah empat tahun bersinar bersama Liverpool, ia pindah ke Olympiacos, mencetak 16 gol dan enam assist dalam 39 penampilan. Meskipun statistiknya cukup baik, performa timnasnya di dunia internasional tetap menjadi tolok ukur utama menjelang turnamen.
Persiapan Terakhir: Persahabatan vs Brazil
Menjelang turnamen, Mesir mengadakan laga persahabatan melawan Brazil di Cleveland pada 6 Juni 2026. Pada pertandingan itu, pelatih Hossam Hassan menempatkan Salah di bangku cadangan karena cedera yang mengganggu sepanjang musim klub. Mesir membuka pertandingan dengan gol dari Mostafa Ziko, menyeimbangkan skor 1-1 setelah Brazil memanfaatkan kesalahan pertahanan. Salah diperkirakan akan masuk pada babak kedua untuk mengembalikan ritme serangannya dan menambah menit permainan sebelum kompetisi resmi dimulai.
Keputusan menurunkan Salah ke bangku cadangan memicu kekhawatiran di kalangan suporter, namun pelatih menegaskan bahwa strategi ini bertujuan memberi pemain waktu pemulihan total dan menyesuaikan taktik tim.
Strategi Mesir Mengandalkan Salah
Mesir mengadopsi pendekatan taktis yang pragmatis. Dengan menutup ruang di lini tengah, mereka berharap Salah dapat memanfaatkan pergerakan tanpa bola yang menjadi ciri khasnya. Gerakan “well‑timed runs” atau lari tepat waktu di belakang pertahanan lawan menjadi kunci untuk menciptakan peluang satu‑on‑one dengan kiper.
Selain Salah, striker Omar Marmoush dijadikan mitra utama dalam serangan. Marmoush, yang bermain terbatas di klubnya pada musim 2025-26, diberikan peran lebih besar untuk menambah variasi serangan. Di sisi lain, pemain sayap Trézéguet juga masuk dalam susunan awal, menambah dimensi kecepatan di flank.
Persaingan dengan Belgia: Kunci Pertarungan
Belgia, yang mengandalkan Jeremy Doku sebagai penyerang paling berpengaruh, serta veteran Kevin De Bruyne dan Romelu Lukaku yang sedang berjuang memulihkan kebugaran, diprediksi akan menantang pertahanan Mesir dengan serangan yang terorganisir. Namun, bila Belgia gagal mengeksekusi peluang, peluang bagi Salah untuk mencetak gol pembuka menjadi sangat besar.
Jika Mesir mampu menahan serangan awal Belgia dan mencetak gol melalui Salah atau Marmoush, peta persaingan grup dapat berubah drastis, menempatkan Iran dan Selandia Baru dalam posisi menunggu hasil akhir.
Harapan dan Kesimpulan
Menjelang fase grup, semua mata tertuju pada sosok Mohamed Salah. Meskipun mengalami musim klub yang menantang dan harus mengatasi cedera, kehadirannya tetap menjadi faktor penentu bagi Mesir untuk mencetak sejarah pertama mereka di Piala Dunia. Laga pembuka melawan Belgia akan menjadi ujian sejati: apakah Salah dapat mengubah tekanan menjadi motivasi, dan apakah Mesir mampu menyalakan mesin serangannya pada panggung terbesar sepak bola dunia.
Jika strategi pragmatis dan pengalaman internasional dapat disinergikan dengan talenta muda seperti Hamza Abdelkarim, Mesir memiliki peluang nyata untuk mengganggu dominasi Belgia dan melaju ke fase 32 besar. Dunia sepak bola menantikan aksi sang Pharaon di Seattle, menandai babak baru dalam karier internasionalnya.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet