LintasWarganet.com – 07 Juni 2026 | Menteri Keuangan Amerika Serikat, Scott Bessent, tengah mengevaluasi kemungkinan mengalihkan aset Iran yang selama ini dibekukan guna membantu negara‑negara Teluk memulihkan infrastruktur yang rusak akibat serangan Iran.
Aset tersebut, yang diperkirakan bernilai miliaran dolar, berada di bawah kontrol Departemen Keuangan AS sejak Tehran melanggar sanksi internasional. Bessent menyatakan bahwa penggunaan dana ini dapat menjadi cara praktis untuk menutupi biaya rekonstruksi tanpa harus menambah beban anggaran federal.
Beberapa poin utama yang dipertimbangkan meliputi:
- Legalitas pemindahan aset yang dibekukan sesuai dengan regulasi sanksi.
- Dampak geopolitik terhadap hubungan AS‑Iran serta reaksi negara‑negara Teluk.
- Prosedur penyaluran dana kepada lembaga bantuan atau pemerintah setempat.
- Pengawasan transparansi untuk mencegah penyalahgunaan dana.
Jika disetujui, dana tersebut akan dialokasikan untuk proyek‑proyek kritis seperti perbaikan pelabuhan, jaringan listrik, dan fasilitas kesehatan yang terdampak. Pemerintah Amerika berharap langkah ini dapat mempercepat pemulihan ekonomi di wilayah Teluk sekaligus menegaskan komitmen AS terhadap keamanan regional.
Namun, kebijakan ini tidak lepas dari tantangan. Beberapa anggota Kongres menyoroti risiko legitimasi terhadap Iran jika asetnya dipergunakan, sementara pihak Tehran mengecam tindakan tersebut sebagai “pencurian” atas properti negara mereka.
Pada saat yang sama, otoritas internasional terus memantau situasi, memastikan bahwa setiap penggunaan aset yang dibekukan tidak melanggar hukum internasional serta tetap selaras dengan tujuan sanksi yang telah ditetapkan.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet