Mengapa Muharram Menjadi Awal Tahun Baru Hijriah?
Mengapa Muharram Menjadi Awal Tahun Baru Hijriah?

Mengapa Muharram Menjadi Awal Tahun Baru Hijriah?

LintasWarganet.com – 07 Juni 2026 | Kalender Hijriah, yang dipakai oleh umat Islam di seluruh dunia, memulai siklus tahunnya pada bulan Muharram. Penetapan Muharram sebagai bulan pertama tidak bersifat kebetulan, melainkan didasarkan pada rangkaian peristiwa sejarah dan tradisi yang telah tertanam sejak masa awal Islam.

Berikut beberapa faktor utama yang menjelaskan mengapa Muharram dipilih sebagai awal tahun baru Hijriah:

  • Hijrah Nabi Muhammad SAW: Tahun 622 Masehi menandai hijrah (migrasi) Nabi Muhammad dari Mekah ke Madinah. Peristiwa ini menjadi titik tolak penanggalan Islam karena menandai pembentukan komunitas Muslim pertama yang merdeka secara politik.
  • Penetapan kalender lunar: Islam mengadopsi kalender lunar (berbasis bulan) dengan 12 bulan. Muharram adalah bulan pertama dalam urutan tersebut, sehingga setiap tahun baru Hijriah dimulai pada awal siklus lunar.
  • Asal usul nama “Muharram”: Nama ini berasal dari bahasa Arab yang berarti “dilarang” atau “diharamkan”, menandakan bahwa pada masa pra-Islam bulan ini dianggap sebagai bulan suci yang dilarang melakukan peperangan. Tradisi ini diadopsi kembali oleh umat Islam sebagai penghormatan terhadap nilai kedamaian.

Setelah hijrah, Khalifah pertama, Abu Bakar, menginstruksikan penyusunan kalender yang menandai awal tahun dengan Muharram, sekaligus menegaskan pentingnya peristiwa hijrah dalam identitas umat Islam. Sejak itu, penanggalan Hijriah terus dipertahankan dan menjadi acuan bagi semua ibadah serta peringatan penting, termasuk puasa Ramadan, Haji, dan peringatan hari-hari besar Islam.

Secara praktis, penetapan Muharram sebagai awal tahun baru memudahkan penyesuaian kalender lunar dengan siklus alam, sekaligus memperkuat ingatan kolektif umat Islam akan perjalanan sejarah mereka, dari Mekah ke Madinah, yang menjadi fondasi peradaban Islam.