Di tengah krisis Timur Tengah, ekonomi India tumbuh 7,7 persen
Di tengah krisis Timur Tengah, ekonomi India tumbuh 7,7 persen

Di tengah krisis Timur Tengah, ekonomi India tumbuh 7,7 persen

LintasWarganet.com – 07 Juni 2026 | ANTARA – Di tengah gejolak yang masih melanda Timur Tengah, pertumbuhan ekonomi India tetap menunjukkan ketangguhan. Pada kuartal pertama tahun 2024, Produk Domestik Bruto (PDB) riil negara tersebut meningkat sebesar 7,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Lonjakan ini mencerminkan diversifikasi ekonomi India yang semakin mengandalkan sektor layanan, manufaktur, dan teknologi. Beberapa faktor utama yang mendorong pertumbuhan meliputi:

  • Peningkatan ekspor barang elektronik dan farmasi, yang mencatat pertumbuhan dua digit.
  • Penguatan konsumsi domestik, didorong oleh kenaikan pendapatan per kapita dan program kebijakan fiskal yang mendukung kelas menengah.
  • Investasi asing langsung (FDI) yang terus mengalir, khususnya di bidang energi terbarukan dan infrastruktur digital.

Sementara itu, inflasi tetap berada dalam target bank sentral, memungkinkan Reserve Bank of India (RBI) untuk mempertahankan suku bunga pada level moderat. Kebijakan moneter yang stabil membantu mengurangi tekanan pada nilai tukar rupee.

Berbeda dengan negara-negara di kawasan Timur Tengah yang terdampak penurunan harga minyak dan ketidakpastian geopolitik, India berhasil memanfaatkan peluang pasar global dengan meningkatkan ekspor non‑migas. Data kementerian keuangan menunjukkan bahwa kontribusi sektor jasa terhadap PDB naik menjadi 55 persen, menandakan pergeseran struktural yang signifikan.

Berikut rangkuman data pertumbuhan ekonomi India pada kuartal I 2024:

Indikator Nilai
PDB riil (kuartal I) +7,7 %
Inflasi (YoY) 4,5 %
Suku bunga RBI 6,5 %
Investasi FDI US$ 12 miliar
Ekspor barang non‑migas US$ 45 miliar

Para analisanya menilai bahwa pertumbuhan ini dapat berlanjut selama pemerintah tetap fokus pada reformasi struktural, peningkatan kualitas infrastruktur, dan pengembangan sumber daya manusia. Namun, risiko eksternal seperti lonjakan harga energi atau eskalasi konflik di Timur Tengah tetap menjadi faktor penghambat yang harus dipantau.

Secara keseluruhan, kinerja ekonomi India pada awal tahun 2024 menunjukkan kemampuan adaptasi yang kuat di tengah ketidakpastian global, menjadikannya salah satu motor pertumbuhan utama di kawasan Asia.