KAI dan Kemenhub Perkuat Daya Listrik serta Sistem Persinyalan KRL Rangkasbitung
KAI dan Kemenhub Perkuat Daya Listrik serta Sistem Persinyalan KRL Rangkasbitung

KAI dan Kemenhub Perkuat Daya Listrik serta Sistem Persinyalan KRL Rangkasbitung

LintasWarganet.com – 07 Juni 2026 | PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengumumkan serangkaian peningkatan pada jaringan kereta komuter di wilayah Rangkasbitung. Upaya utama mencakup penambahan kapasitas listrik serta modernisasi sistem persinyalan untuk mendukung layanan KRL yang lebih handal dan berkapasitas tinggi.

Untuk mengatasi beban energi yang semakin meningkat akibat penambahan armada dan frekuensi layanan, KAI akan memasang trafo tambahan di gardu induk utama. Kapasitas daya listrik diproyeksikan naik dari sekitar 800 kVA menjadi hampir 2 000 kVA, sehingga jaringan dapat menyalurkan listrik yang cukup untuk menambah rangkaian kereta serta meningkatkan kecepatan akselerasi.

Di sisi persinyalan, proyek modernisasi akan menggantikan sistem sinyal analog lama dengan teknologi berbasis komunikasi data (CBTC). Sistem baru ini memungkinkan pengaturan jarak antar kereta yang lebih rapat, meningkatkan keselamatan, dan mengurangi risiko kecelakaan akibat kesalahan sinyal.

Rencana pelaksanaan dibagi menjadi tiga fase:

  • Fase I (Q3 2024): Pemasangan trafo tambahan dan pengujian beban listrik di stasiun utama.
  • Fase II (Q1 2025): Instalasi peralatan persinyalan digital di jalur utama Rangkasbitung‑Serpong.
  • Fase III (Q3 2025): Integrasi sistem lengkap, pelatihan operator, dan uji operasional akhir.

Direktur Utama KAI, Joko Susilo, menyatakan bahwa peningkatan ini diharapkan dapat menurunkan tingkat keterlambatan layanan hingga 30 % serta menambah kapasitas penumpang harian sebanyak 15 %. Sementara itu, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, menekankan pentingnya sinergi antara sektor publik dan swasta dalam mendanai proyek yang diperkirakan menelan biaya sekitar Rp 1,2 triliun.

Dengan listrik yang lebih stabil dan sinyal yang lebih canggih, KRL Rangkasbitung diproyeksikan akan menjadi tulang punggung transportasi massal di wilayah Jabodetabek Barat, mendukung mobilitas penduduk serta mengurangi tekanan pada jaringan jalan raya.