Veda Ega Pratama Guncang Kualifikasi Moto3 Hungaria 2026, Amankan Start Baris Ketiga
Veda Ega Pratama Guncang Kualifikasi Moto3 Hungaria 2026, Amankan Start Baris Ketiga

Veda Ega Pratama Guncang Kualifikasi Moto3 Hungaria 2026, Amankan Start Baris Ketiga

LintasWarganet.com – 06 Juni 2026 | Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, menorehkan performa impresif pada sesi kualifikasi Moto3 GP Hungaria 2026 yang digelar di Sirkuit Balaton Park. Meskipun tidak berhasil meraih pole position, rider berusia 17 tahun ini berhasil menempatkan dirinya pada baris ketiga grid start, membuka peluang strategis untuk bersaing meraih poin penting di kelas Moto3.

Format Kualifikasi dan Kondisi Lintasan

Sesi kualifikasi terbagi menjadi dua tahap, Q1 dan Q2. Empat pembalap terlemah dari Q1 – Brian Uriarte, Jesus Rios, Cormac Buchanan, dan Adrian Cruces – melaju ke Q2 untuk bersaing memperebutkan posisi terdepan. Pada hari Sabtu, suhu permukaan aspal mencapai 44°C, menuntut pembalap mengatur tekanan ban secara cermat. Mayoritas memilih kombinasi ban Pirelli SC2 di depan dan SC1 di belakang untuk mengatasi suhu tinggi.

Perlombaan Waktu di Q2

Selama 15 menit sesi Q2, delapan belas pembalap beradu kecepatan. Pada menit ke‑4, Rico Salmela mencatat waktu tercepat 1:46,740, diikuti rapat oleh Veda dengan 1:46,845. Empat menit kemudian, Veda berhasil menurunkan catatannya menjadi 1:46,584, sesaat menempati puncak leaderboard.

Namun, David Almansa dari Liqui Moly Dynavolt Intact GP segera mengungguli dengan 1:45,956 pada menit ke‑7, diikuti Maximo Quiles yang merebut posisi kedua dengan 1:45,750. Veda terdesak ke posisi kelima, tetapi tak menyerah. Pada menit ke‑13, Almansa kembali memperbaiki catatannya menjadi 1:45,686, yang tetap menjadi waktu tercepat hingga akhir sesi.

Grid Start Akhir

Posisi Pembalap Tim Waktu
1 David Almansa Liqui Moly Dynavolt Intact GP 1:45,686
2 Maximo Quiles CFMoto Aspar Team 1:45,750
3 Brian Uriarte Red Bull KTM Ajo 1:45,950
4 Rico Salmela ??? 1:45,970
5 Veda Ega Pratama Honda Team Asia 1:46,584

Dengan hasil di atas, Veda memulai balapan utama dari posisi sembilan pada grid, namun baris ketiga pada sisi kanan, memberi ia ruang untuk meluncur ke depan pada saat start.

Strategi dan Potensi Balapan

Posisi start di baris ketiga memberikan Veda keuntungan dalam hal garis masuk ke tikungan pertama, terutama mengingat suhu tinggi yang dapat mempengaruhi grip ban. Rider Indonesia ini dikenal dengan kemampuan “Sunday rider” – menampilkan performa terbaik pada hari balapan meski kualifikasi tidak optimal. Rekam jejaknya di seri Moto3 Catalunya, Spanyol, dan Prancis 2026 menunjukkan kemampuan beradaptasi dan melaju dari posisi start rendah hingga finis di posisi delapan atau enam.

Jika Veda dapat menyalin taktik tersebut, ia berpotensi mengancam pembalap yang berada di barisan depan, khususnya ketika pembalap Spanyol seperti Almansa dan Quiles harus mengelola suhu ban mereka selama fase awal balapan.

Reaksi Tim dan Penonton

Tim Honda Team Asia menyampaikan kebanggaan atas penampilan Veda, menekankan bahwa strategi pemilihan ban serta pengaturan mesin yang tepat menjadi kunci utama. Penonton Indonesia di seluruh dunia memberikan dukungan lewat media sosial, menyoroti bahwa Veda menjadi harapan baru bagi Moto3 Indonesia.

Selain itu, pembalap Malaysia Hakim Danish gagal melaju ke Q2 dan akan memulai balapan dari posisi ke‑19, menambah dinamika persaingan di grup tengah grid.

Secara keseluruhan, kualifikasi Moto3 Hungaria 2026 menampilkan pertarungan ketat di antara pembalap muda dengan selisih waktu yang sangat tipis, mengindikasikan balapan utama yang akan sangat kompetitif.

Veda Ega Pratama, meskipun tidak meraih pole, berhasil mengamankan start strategis di baris ketiga. Dengan pengalaman balapan yang semakin matang dan kemampuan menyesuaikan diri pada kondisi ekstrem, rider Indonesia ini memiliki peluang nyata untuk mencetak poin penting dan bahkan mengejar podium pada akhir balapan di Balaton Park.