LintasWarganet.com – 06 Juni 2026 | New York Knicks mengukir kemenangan tipis dengan skor 105-104 atas San Antonio Spurs pada Game 2 NBA Finals 2026, memperbesar keunggulan menjadi 2-0. Pertandingan yang berlangsung di atas tanah Spurs ini menjadi saksi aksi menegangkan di kuarter keempat, di mana kedua tim saling menukar kepemilikan keunggulan dalam hitungan menit terakhir.
Detik‑detik krusial di kuarter keempat
New York sempat memimpin dengan selisih 14 poin pada menit ke‑6 kuarter keempat, namun Spurs berhasil mengejar dengan serangkaian tembakan cepat. Victor Wembanyama, bintang muda Spurs, mencetak tiga poin berurutan yang mengembalikan timnya unggul 104-102 dengan sisa 57 detik pada papan skor.
Namun, kegagalan Wembanyama menembak layup pada saat yang sama memberi kesempatan bagi Jalen Brunson Knicks. Brunson memanfaatkan turnover yang dihasilkan oleh Wembanyama, kemudian mengeksekusi tembakan bebas dua kali dan mengunci keunggulan 105-104 untuk Knicks.
Performa pemain kunci
Victor Wembanyama mencetak 29 poin dengan persentase tembakan 11‑of‑21 serta menambah 12 rebound. De’Aaron Fox menambah 20 poin untuk Spurs, namun usaha mereka tak cukup untuk mengatasi tekanan Knicks di menit-menit akhir.
Di pihak Knicks, Karl‑Anthony Towns menjadi motor penggerak dengan 21 poin dan 13 rebound, sementara Mikal Bridges dan Jalen Brunson masing‑masing menyumbang 20 poin. Brunson mengalami malam yang kurang bersinar dalam tembakan lapangan, hanya 7‑of‑25, namun ia menebus kegagalan tersebut lewat tembakan bebas kritis.
Statistik singkat
- Skor akhir: Knicks 105, Spurs 104
- Victor Wembanyama: 29 poin, 12 rebound
- Karl‑Anthony Towns: 21 poin, 13 rebound
- Jalen Brunson: 20 poin (7‑of‑25 FG)
- Mikal Bridges: 20 poin
Makna historis dan psikologis
Kemenangan ini menjadikan Knicks hanya tim ketiga dalam sejarah NBA yang memimpin 2‑0 di Final pada pertandingan tandang, menyusul Michael Jordan bersama Chicago Bulls (1993) dan Hakeem Olajuwon bersama Houston Rockets (1995). Kedua tim tersebut kemudian meraih gelar juara, menambah tekanan pada Spurs untuk membalikkan keadaan.
Selain itu, streak kemenangan Knicks kini mencapai 13 pertandingan beruntun, mencetak rekor terpanjang kedua dalam sejarah playoff NBA. Dominasi tersebut memperlihatkan konsistensi tim meski menghadapi tantangan defensif kuat dari Spurs.
Persiapan Game 3 di Madison Square Garden
Seri akan beralih ke Madison Square Garden pada hari Senin, menandai pertandingan Final NBA pertama di arena tersebut sejak 1999. Penonton di New York diperkirakan akan memenuhi tribun, dengan harga tiket sekunder mendekati US$9.000 untuk kursi teratas, menandakan antusiasme tinggi menjelang potensi gelar pertama Knicks sejak 1973.
Pelatih Knicks, Mike Brown, menegaskan pentingnya menjaga intensitas defensif dan memanfaatkan keunggulan fisik di dalam rumah. Sementara itu, pelatih Spurs Mitch Johnson menilai bahwa timnya harus menyalurkan “desperasi, urgensi, dan respons kompetitif” yang terlihat pada rally akhir kuarter keempat.
Jika Knicks berhasil menutup seri dalam tiga pertandingan, mereka akan menjadi tim pertama sejak Rockets 1995 yang memenangkan Final dengan menutup semua pertandingan di kandang lawan. Namun, Spurs masih memiliki peluang untuk memperpanjang seri dan menguji ketangguhan mental Knicks.
Dengan kedua tim menunjukkan kualitas pemain bintang dan taktik yang matang, Game 3 diprediksi akan menjadi pertarungan sengit yang dapat menentukan arah jalannya final. Semua mata kini tertuju pada Knicks yang ingin mengukir sejarah, dan Spurs yang bertekad menepis anggapan bahwa mereka hanyalah tim yang kalah di awal seri.
Apapun hasilnya, pertandingan ini telah menambah babak baru dalam persaingan klasik antara tim timur dan barat, serta menegaskan bahwa NBA Finals 2026 akan menjadi salah satu final paling menegangkan dalam dekade terakhir.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet