Drama Menegangkan di Game 2 NBA Finals: Knicks Selamatkan 2-0 dengan Kemenangan 105-104 atas Spurs
Drama Menegangkan di Game 2 NBA Finals: Knicks Selamatkan 2-0 dengan Kemenangan 105-104 atas Spurs

Drama Menegangkan di Game 2 NBA Finals: Knicks Selamatkan 2-0 dengan Kemenangan 105-104 atas Spurs

LintasWarganet.com – 06 Juni 2026 | New York Knicks berhasil menahan serangan terakhir San Antonio Spurs dan mengamankan kemenangan tipis 105-104 pada Game 2 NBA Finals yang berlangsung di Frost Bank Center, San Antonio, pada Jumat malam, 5 Juni 2026. Kemenangan ini memberikan Knicks keunggulan 2-0 dalam seri yang sangat dinanti, sekaligus melanjutkan rekor kemenangan beruntun mereka menjadi 13 pertandingan berturut‑turut di playoff musim ini.

Knicks sempat unggul 14 poin pada kuarter keempat, namun Spurs menanggapi dengan serangkaian poin cepat yang menyamakan kedudukan pada menit‑menit akhir. Victor Wembanyama, bintang muda Spurs, berhasil mencetak tiga poin penting melalui serangan dalam dan melakukan tiga poin play pada 57 detik tersisa, membawa Spurs unggul 104-102. Jalen Brunson kemudian menjawab dengan tembakan jump shot yang menyeimbangkan skor menjadi 104-104.

Dengan 30,3 detik tersisa, pelatih Knicks Mike Brown memanggil timeout. Pada giliran Spurs, Wembanyama gagal memanfaatkan peluangnya ketika Mitchell Robinson berhasil menghalau tembakan tersebut tanpa melakukan blok resmi. Brunson kemudian menguasai bola, mengirimkan umpan berbahaya yang berakhir dengan turn‑over Wembanyama. Kesempatan terakhir Spurs diakhiri dengan foul pada Brunson, yang berhasil menembak satu dari dua lemparan bebas, menambah keunggulan Knicks menjadi 105-104 dengan 9,5 detik tersisa. Upaya terakhir Wembanyama gagal, menutup drama pertandingan.

Statistik Utama

  • Karl‑Anthony Towns – 21 poin, 13 rebound
  • Jalen Brunson – 20 poin, termasuk tembakan bebas penentu
  • Mikal Bridges – 20 poin
  • Victor Wembanyama – 29 poin, 11 tembakan masuk dari 21 percobaan
  • De’Aaron Fox – 20 poin untuk Spurs

Penampilan luar biasa Towns, yang juga mencatat double‑double, menjadi faktor kunci dalam menstabilkan Knicks saat serangan Spurs menggelinding. Sementara Brunson, yang sebelumnya mengalami malam tembakan buruk (7‑of‑25), bangkit dengan tembakan penting di akhir pertandingan, membuktikan ketangguhan mentalnya.

Keberhasilan Knicks mengatasi comeback Spurs menambah catatan historis. Mereka menjadi tim ketiga dalam sejarah NBA yang memenangkan dua pertandingan pertama Finals di arena lawan, menyusul Chicago Bulls (1993) dan Houston Rockets (1995). Selain itu, rekor 13 kemenangan beruntun dalam satu postseason hanya tertinggal oleh Golden State Warriors (2017) yang mencatat 15 kemenangan berurutan.

Pelatih Spurs Mitch Johnson mengakui semangat juang timnya, menyatakan, “Kami menunjukkan desakan, urgensi, dan respons kompetitif yang luar biasa. Kami berharap dapat mengulang level permainan ini di pertandingan selanjutnya.” Sementara pelatih Knicks Mike Brown memuji ketenangan timnya di situasi krisis, menambahkan bahwa “Wembanyama memberikan momen ikonik, namun Robinson menahan tembakan terakhir dengan sempurna”.

Game 3 dijadwalkan berlangsung di Madison Square Garden, New York, pada Senin malam. Antisipasi publik tinggi; bahkan mantan presiden Donald Trump dikabarkan akan hadir. Harga tiket sekunder untuk kursi terburuk di MSG mendekati $9.000, mencerminkan kegembiraan warga New York yang menantikan kemungkinan pertama kalinya dalam 53 tahun menjuarai NBA.

Secara keseluruhan, kemenangan tipis ini menegaskan bahwa Knicks tidak hanya mengandalkan keunggulan awal, melainkan juga kemampuan bertahan dan mengeksekusi dalam tekanan. Dengan dua kemenangan di luar negeri, mereka berada pada posisi menguntungkan untuk mengejar gelar pertama sejak 1973, sementara Spurs harus menemukan cara mematahkan tren ini jika ingin memperpanjang seri.