LintasWarganet.com – 06 Juni 2026 | Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menyoroti kemampuan militer Iran dengan menyatakan bahwa persediaan rudal balistik negara itu telah berkurang drastis, menyisakan hanya sekitar 21 persen dari kapasitas produksi sebelumnya. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Gedung Putih pada hari Senin, sekaligus menegaskan kebijakan administrasi Trump yang menekankan tekanan ekonomi dan sanksi terhadap Tehran.
- Penurunan produksi: Dari perkiraan awal 1.000 unit menjadi sekitar 210 unit yang masih berfungsi.
- Sanksi utama: Larangan ekspor material kimia, elektronik, dan komponen roket yang diberlakukan sejak 2018.
- Pengaruh pada strategi Iran: Mengurangi kemampuan serangan balistik lintas wilayah, namun Iran tetap mengandalkan sistem rudal taktis dan drone.
Respons dari pemerintah Iran menolak tuduhan tersebut. Pejabat militer Tehran menyatakan bahwa klaim Trump tidak memiliki dasar faktual dan menuduh Amerika Serikat berusaha memanipulasi opini publik untuk membenarkan kebijakan militer di Timur Tengah.
Para analis militer menilai bahwa meskipun penurunan persediaan rudal dapat mengurangi ancaman jangka pendek, Iran masih memiliki cadangan bahan baku serta kemampuan produksi tersembunyi yang dapat dipulihkan dalam waktu singkat apabila sanksi dilonggarkan.
Dalam konteks geopolitik, pernyataan Trump juga dipandang sebagai upaya untuk memperkuat posisi negosiasi Amerika Serikat dalam pembicaraan terkait program nuklir Iran yang sedang berlangsung di P5+1. Dengan menyoroti kerentanan militer Iran, Washington berharap dapat menambah tekanan diplomatik pada Tehran.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet