CFD Rasuna Said 7 Juni 2026: Jalanan Bebas Kendaraan, Lalu Lintas Terkendali, dan Transportasi Umum Siap Menyambut Warga
CFD Rasuna Said 7 Juni 2026: Jalanan Bebas Kendaraan, Lalu Lintas Terkendali, dan Transportasi Umum Siap Menyambut Warga

CFD Rasuna Said 7 Juni 2026: Jalanan Bebas Kendaraan, Lalu Lintas Terkendali, dan Transportasi Umum Siap Menyambut Warga

LintasWarganet.com – 05 Juni 2026 | Jakarta, 5 Juni 2026 – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menggelar Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) di Jalan HR Rasuna Said, kawasan Kuningan, pada Minggu, 7 Juni 2026. Acara dimulai pukul 05.30 WIB dan berakhir 09.00 WIB, menandai upaya berkelanjutan memperluas ruang publik yang ramah pejalan kaki dan pesepeda di luar zona Sudirman‑Thamrin.

Pengaturan Lalu Lintas dan Rute Alternatif

Untuk menjaga kelancaran mobilitas, Dinas Perhubungan DKI Jakarta (Dishub) menyiapkan sepuluh rute alternatif pengalihan arus lalu lintas di sekitar Kuningan. Rute‑rute tersebut menghubungkan titik‑titik strategis seperti Manggarai‑Tanah Abang, Menteng‑Kuningan, Gatot Subroto‑Menteng, serta jalur‑jalur yang melintasi Jalan KH Mas Mansyur, Jalan Prof Dr Satrio, dan Jalan Raya Casablanca. Pengalihan ini diharapkan meminimalkan kemacetan pada jaringan jalan utama yang ditutup selama CFD.

Fasilitas Parkir dan Penataan Area

Pemprov DKI menyiapkan empat kantong parkir off‑street dengan total kapasitas 1.914 mobil dan 1.910 sepeda motor. Selain itu, terdapat 3.687 satuan ruang parkir (SRP) yang tersebar di sekitar kawasan CFD, memberikan pilihan bagi warga yang datang menggunakan kendaraan pribadi.

Transportasi Umum yang Ditingkatkan

Selama jam bebas kendaraan, layanan transportasi umum tetap beroperasi penuh. Tujuh rute Transjakarta tetap melayani koridor Rasuna Said, antara lain L13 (Puri Beta‑Flyover Kuningan Express), 13E (Puri Beta‑Flyover Kuningan), 4D (Pulo Gadung‑Kuningan), 6A (Ragunan‑Balai Kota via Kuningan), 6M (Stasiun Manggarai‑Blok M), serta rute 6 dan 6H yang melintasi area tersebut. Pengguna dapat turun di halte Setiabudi, Kuningan Madya, Karet Kuningan, atau Rasuna Said yang berada dalam jarak berjalan kaki ke lintasan CFD.

Layanan LRT Jabodebek juga tetap beroperasi dengan dua relasi utama, yaitu Dukuh Atas‑Harjamukti dan Dukuh Atas‑Jati Mulya. Stasiun LRT Rasuna Said dan Setiabudi menjadi pintu masuk utama bagi penumpang yang ingin mengakses area bebas kendaraan.

Aktivitas dan Program Pendukung

Lintasan CFD Rasuna Said memiliki panjang total 4,4 kilometer, terbagi menjadi dua segmen: sisi timur dari Simpang Jalan Gembira ke Jalan Raya Casablanca (2,2 km) dan sisi barat dari Simpang Jalan Prof Dr Satrio ke Simpang Jalan Setiabudi Utara Raya (2,2 km). Selama pelaksanaan, area tersebut akan dipenuhi beragam kegiatan, antara lain parade Abang None, kampanye pemilahan sampah, permainan tradisional, bazar UMKM, layanan Kartu Layanan Gratis (KLG), serta bazar pangan murah. Program tersebut mendukung tujuan utama CFD: mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi, meningkatkan kualitas udara, dan memberikan ruang terbuka bagi aktivitas sehat.

Data Pejalan Kaki yang Meningkat

Data Dinas Perhubungan mencatat peningkatan signifikan pada jumlah pejalan kaki di Jakarta. Pada periode Januari‑Mei 2026 tercatat 291.852 orang, meningkat 9,74 % dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (265.952 orang). Peningkatan ini menjadi indikator positif bahwa warga semakin mengadopsi mobilitas non‑motorized.

Persiapan dan Sosialisasi

Pihak Dishub melakukan sosialisasi intensif kepada rumah sakit, hotel, gedung perkantoran, rumah ibadah, dan kedutaan besar di sekitar Rasuna Said. Koordinasi dengan kepolisian, Satpas, dan petugas lapangan memastikan penegakan aturan lalu lintas berjalan lancar serta keamanan peserta terjaga.

Harapan dan Penutup

Pelaksanaan CFD di Rasuna Said diharapkan menjadi contoh sukses integrasi ruang publik, pengelolaan lalu lintas, dan penggunaan transportasi umum. Dengan dukungan infrastruktur, rute alternatif, serta beragam kegiatan yang ramah keluarga, DKI Jakarta menargetkan udara yang lebih bersih, lingkungan yang lebih sehat, serta kebiasaan mobilitas berkelanjutan bagi warganya. Masyarakat diimbau memanfaatkan layanan transportasi umum, mematuhi arahan petugas, dan datang lebih awal untuk menikmati suasana kota yang lebih hijau pada Minggu, 7 Juni 2026.