Purbaya: Resiliensi Ekonomi RI Tetap Kuat di Tengah Gejolak, Keseimbangan Primer APBN Surplus Rp 58,6 Triliun
Purbaya: Resiliensi Ekonomi RI Tetap Kuat di Tengah Gejolak, Keseimbangan Primer APBN Surplus Rp 58,6 Triliun

Purbaya: Resiliensi Ekonomi RI Tetap Kuat di Tengah Gejolak, Keseimbangan Primer APBN Surplus Rp 58,6 Triliun

LintasWarganet.com – 05 Juni 2026 | Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa perekonomian Indonesia terus menunjukkan ketahanan yang signifikan meskipun menghadapi berbagai gejolak ekonomi global.

Dalam pernyataannya, Purbaya mencatat bahwa neraca primer APBN mencatat surplus sebesar Rp58,6 triliun, menandakan keseimbangan fiskal yang solid pada tahun anggaran berjalan.

Beberapa faktor utama yang mendukung daya tahan tersebut antara lain pertumbuhan ekspor yang stabil, konsumsi rumah tangga yang kuat, serta investasi yang tetap berjalan meski terdapat tekanan eksternal.

Indikator Nilai
Surplus Neraca Primer APBN Rp58,6 Triliun
Pertumbuhan PDB 5,1 % (perkiraan)
Inflasi 3,2 % (yoy)
Cadangan Devisa US$135 Miliar

Walaupun demikian, pemerintah tetap waspada terhadap risiko eksternal seperti volatilitas pasar keuangan, kenaikan harga energi, dan ketidakpastian geopolitik yang dapat memengaruhi arus modal dan perdagangan.

Purbaya menegaskan komitmen Kementerian Keuangan untuk terus menjaga stabilitas fiskal, memperkuat kebijakan struktural, serta memperluas basis penerimaan negara guna mendukung pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.