Diskominfo OKU Bangun Mini BTS Atasi Blank Spot di Desa
Diskominfo OKU Bangun Mini BTS Atasi Blank Spot di Desa

Diskominfo OKU Bangun Mini BTS Atasi Blank Spot di Desa

LintasWarganet.com – 05 Juni 2026 | Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, meluncurkan program pembangunan mini base transceiver station (BTS) untuk mengatasi zona tanpa sinyal di sejumlah desa. Program ini ditujukan untuk memperluas jangkauan layanan seluler, khususnya pada wilayah yang selama ini mengalami keterbatasan jaringan.

Blank spot atau area tanpa sinyal biasanya muncul di daerah terpencil dengan topografi yang menantang. Tanpa akses komunikasi yang memadai, penduduk desa kesulitan dalam kegiatan sehari-hari, termasuk akses informasi, layanan darurat, dan transaksi digital.

Mini BTS yang dibangun Diskominfo OKU memiliki keunggulan dibandingkan menara BTS konvensional, antara lain:

  • Ukuran lebih kecil dan mudah dipasang di lokasi terbatas.
  • Biaya instalasi dan operasional yang lebih rendah.
  • Waktu pemasangan yang cepat, biasanya selesai dalam beberapa minggu.

Selama fase awal, tiga desa terpilih – Sungai Putri, Rantau Panjang, dan Kedaton – telah menerima instalasi mini BTS. Hasil pemantauan awal menunjukkan peningkatan cakupan sinyal hingga 70 % dibandingkan sebelum pemasangan.

Pejabat Diskominfo OKU, Kepala Bidang Infrastruktur Telekomunikasi, menyatakan bahwa program ini akan diperluas ke lima desa tambahan dalam enam bulan ke depan, dengan target menurunkan tingkat blank spot menjadi kurang dari 10 % di seluruh kabupaten.

Selain meningkatkan kualitas layanan seluler, proyek mini BTS diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi digital di desa. Dengan konektivitas yang lebih baik, warga dapat mengakses layanan e‑government, pendidikan daring, serta peluang usaha online.

Untuk mendukung keberlanjutan, Diskominfo OKU bekerja sama dengan operator seluler lokal serta pihak swasta dalam penyediaan perangkat dan pemeliharaan jaringan. Pemerintah kabupaten juga menyediakan dana khusus melalui anggaran pembangunan infrastruktur telekomunikasi.

Keberhasilan inisiatif ini menjadi contoh bagi daerah lain yang menghadapi tantangan serupa, menunjukkan bahwa solusi teknologi skala kecil dapat memberikan dampak signifikan bagi masyarakat.