LintasWarganet.com – 04 Juni 2026 | Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan pentingnya membangun ekosistem halal yang menyeluruh, tidak hanya terbatas pada aspek legalitas, melainkan juga mencakup nilai-nilai tayib (suci) dan mubarak (diberkati). Menurutnya, konsep halal dalam Islam meliputi seluruh rantai produksi, distribusi, hingga konsumsi, sehingga setiap tahapan harus dijaga kebersihannya dan diberkahi.
Dalam sambutannya, Menag menyampaikan bahwa pemerintah akan memperkuat koordinasi antara lembaga sertifikasi halal, pelaku industri, dan ulama untuk memastikan standar yang konsisten. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan konsumen domestik maupun internasional terhadap produk-produk Indonesia.
Beberapa langkah strategis yang direncanakan antara lain:
- Mengintegrasikan sistem pelaporan digital untuk memantau kepatuhan halal secara real‑time.
- Menambah jumlah auditor yang memiliki kompetensi dalam menilai aspek tayib dan mubarak.
- Mengadakan pelatihan rutin bagi produsen tentang praktik produksi yang bersih dan etis.
- Memperluas kerja sama dengan negara‑negara yang memiliki regulasi halal serupa untuk pertukaran best practice.
Menag menegaskan bahwa ekosistem halal yang komprehensif tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan moralitas dan kesejahteraan masyarakat. Dengan menekankan nilai tayib dan mubarak, diharapkan produk halal Indonesia dapat bersaing secara global sambil tetap berlandaskan pada prinsip-prinsip syariah.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet