Kepala Staf Kepresidenan Ungkap Alasan Presiden Ganti Kepala BGN
Kepala Staf Kepresidenan Ungkap Alasan Presiden Ganti Kepala BGN

Kepala Staf Kepresidenan Ungkap Alasan Presiden Ganti Kepala BGN

LintasWarganet.com – 04 Juni 2026 | Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman, selaku Kepala Staf Kepresidenan, memberikan penjelasan resmi mengenai keputusan Presiden Republik Indonesia untuk mengganti Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Menurutnya, langkah tersebut diambil demi memastikan kebijakan gizi nasional dapat dijalankan lebih efektif dan selaras dengan agenda pemerintah.

Dudung menekankan bahwa pergantian pimpinan BGN bukan semata‑mata karena faktor pribadi, melainkan didasarkan pada beberapa pertimbangan strategis, antara lain:

  • Evaluasi kinerja: Pemerintah melakukan peninjauan menyeluruh atas capaian program gizi selama masa jabatan sebelumnya, dan menemukan adanya kebutuhan perbaikan dalam koordinasi lintas sektor.
  • Kesesuaian visi: Kepala BGN yang baru diharapkan memiliki visi yang lebih sejalan dengan prioritas pemerintah dalam penanggulangan gizi buruk serta peningkatan gizi seimbang di seluruh wilayah Indonesia.
  • Penguatan sinergi: Pergantian ini dimaksudkan untuk memperkuat kerja sama antara BGN, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pertanian, dan lembaga terkait lainnya.
  • Respons terhadap dinamika pandemi: Dengan tantangan kesehatan masyarakat yang terus berubah, diperlukan kepemimpinan yang dapat mengadaptasi kebijakan gizi secara cepat dan responsif.

Dudung juga menambahkan bahwa proses transisi akan dilakukan secara terstruktur, dengan melibatkan tim teknis BGN untuk menjamin keberlangsungan program-program penting seperti program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan program Gizi Seimbang untuk balita.

Presiden telah menugaskan seorang pejabat yang memiliki pengalaman luas di bidang kesehatan masyarakat dan kebijakan publik untuk mengemban posisi Kepala BGN. Harapannya, kebijakan gizi nasional dapat lebih terarah, transparan, dan memberikan dampak positif bagi peningkatan status gizi penduduk Indonesia.