Impor LPG Indonesia Tembus 84 Persen, Kilang di Gresik Ini Ikut Menahan Ketergantungan
Impor LPG Indonesia Tembus 84 Persen, Kilang di Gresik Ini Ikut Menahan Ketergantungan

Impor LPG Indonesia Tembus 84 Persen, Kilang di Gresik Ini Ikut Menahan Ketergantungan

LintasWarganet.com – 03 Juni 2026 | Menurut data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), porsi impor LPG Indonesia terus meningkat tajam. Pada tahun 2025, impor menyumbang 80,58 % dari total kebutuhan nasional, dan angka tersebut melonjak menjadi sekitar 83,97 % hingga Februari 2026. Kondisi ini menegaskan ketergantungan tinggi Indonesia pada pasokan luar negeri untuk kebutuhan energi rumah tangga.

Data Impor LPG 2025‑2026

Tahun Persentase Impor LPG
2025 80,58 %
Februari 2026 83,97 %

Kenaikan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain penurunan produksi dalam negeri, peningkatan permintaan domestik selama musim dingin, serta fluktuasi harga minyak dunia yang membuat produksi LPG lokal kurang kompetitif.

Kilang Gresik Berperan Mengurangi Ketergantungan

Di sisi lain, kilang minyak milik PT Pertamina di Gresik mulai mengoptimalkan fasilitas pengolahan untuk meningkatkan produksi LPG domestik. Kilang tersebut menambah kapasitas unit reforming dan memanfaatkan bahan baku gas cair yang sebelumnya hanya dipakai untuk produk lain. Upaya ini diharapkan dapat menurunkan persentase impor dalam jangka menengah.

Manajer Operasional Kilang Gresik, Budi Santoso, menyatakan bahwa peningkatan produksi LPG akan berfokus pada efisiensi proses dan pemanfaatan teknologi terbaru. “Kami menargetkan peningkatan output sebesar 10 % dalam dua tahun ke depan, yang secara signifikan dapat menurunkan kebutuhan impor,” ujarnya.

Selain meningkatkan kapasitas produksi, pemerintah juga memperkuat kebijakan pengembangan sumber daya energi baru dan terbarukan (EBT). Insentif fiskal dan dukungan regulasi diarahkan untuk mendorong investasi di sektor LPG berbasis gas alam lokal, serta memperluas jaringan distribusi di wilayah yang belum terjangkau.

Para analis pasar energi memperkirakan bahwa jika kilang Gresik dan fasilitas serupa berhasil meningkatkan produksi secara konsisten, porsi impor LPG dapat turun di bawah 75 % pada akhir 2027. Namun, tantangan seperti ketersediaan bahan baku, harga komoditas global, dan kebutuhan investasi besar tetap menjadi faktor penentu utama.