Profil Nanik S. Deyang, Kepala BGN Baru Pengganti Dadan Hindayana
Profil Nanik S. Deyang, Kepala BGN Baru Pengganti Dadan Hindayana

Profil Nanik S. Deyang, Kepala BGN Baru Pengganti Dadan Hindayana

LintasWarganet.com – 02 Juni 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, resmi mengangkat Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan Dadan Hindayana. Keputusan ini disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, dalam sebuah rapat koordinasi pemerintah pada pekan ini.

Nanik S. Deyang merupakan figur yang dikenal luas di bidang kebijakan gizi dan kesehatan masyarakat. Lulusan Fakultas Kedokteran Gizi Universitas Indonesia, ia menamatkan pendidikan doktoralnya dengan fokus pada intervensi gizi untuk populasi rentan. Sebelum ditunjuk sebagai Kepala BGN, Nanik menjabat sebagai Direktur Program Nasional Gizi Anak dan Ibu (PNGAI) selama enam tahun, di mana ia berhasil meningkatkan cakupan layanan gizi pada wilayah terpencil melalui program berbasis komunitas.

Berikut ini beberapa poin penting mengenai karier dan kompetensi Nanik S. Deyang:

  • Pendidikan: S1 Kedokteran Gizi UI, S2 Kesehatan Masyarakat Universitas Gadjah Mada, PhD Gizi Klinis Universitas Harvard.
  • Pengalaman Pemerintahan: Kepala Sub Direktorat Gizi Anak di Kementerian Kesehatan (2015‑2020); Direktur PNGAI (2020‑2026).
  • Prestasi: Pelopor program “Gizi Sehat di Rumah” yang menurunkan prevalensi stunting di 12 provinsi sebesar 15% dalam tiga tahun.
  • Keanggotaan Profesional: Anggota Dewan Pakar Gizi Nasional, Peneliti Senior di Lembaga Penelitian Kesehatan Indonesia.

Penunjukan Nanik diharapkan dapat memperkuat upaya pemerintah dalam mengatasi masalah gizi yang masih menjadi tantangan besar, terutama di era pasca‑pandemi. BGN memiliki mandat untuk merumuskan kebijakan strategis, mengawasi pelaksanaan program gizi, serta melakukan penelitian dan pengembangan inovasi gizi nasional.

Dalam pernyataannya, Nanik menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektoral antara kementerian, pemerintah daerah, LSM, dan sektor swasta. Ia berjanji akan meningkatkan sinergi antara program gizi dengan program kesehatan ibu dan anak, serta memperluas akses data gizi melalui platform digital yang terintegrasi.

Beberapa prioritas utama yang telah dirumuskan oleh Nanik meliputi:

  1. Peningkatan cakupan suplementasi gizi bagi ibu hamil dan menyusui.
  2. Penguatan sistem pemantauan gizi berbasis wilayah.
  3. Penerapan kebijakan pangan sehat di sekolah dan tempat kerja.
  4. Pengembangan riset lokal untuk mengidentifikasi faktor risiko gizi di daerah berpendapatan rendah.

Pengangkatan Nanik S. Deyang juga mendapat sambutan positif dari komunitas akademisi dan praktisi gizi, yang menilai rekam jejaknya yang kuat serta visi integratifnya sebagai faktor kunci dalam mengurangi beban gizi buruk di Indonesia.

Dengan latar belakang yang kuat dan komitmen yang jelas, diharapkan kepemimpinan baru di BGN dapat mempercepat pencapaian target Sustainable Development Goals (SDGs) terkait gizi pada tahun 2030.