Nadiem Sebut Pengadaan Chromebook Hemat Keuangan Negara Rp 3,9 Triliun, Begini Alasannya
Nadiem Sebut Pengadaan Chromebook Hemat Keuangan Negara Rp 3,9 Triliun, Begini Alasannya

Nadiem Sebut Pengadaan Chromebook Hemat Keuangan Negara Rp 3,9 Triliun, Begini Alasannya

LintasWarganet.com – 02 Juni 2026 | Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) periode 2019-2024, Nadiem Anwar Makarim, mengungkapkan bahwa program pengadaan Chromebook untuk sekolah-sekolah di Indonesia berhasil menghemat anggaran negara sebesar Rp3,9 triliun. Penghematan ini muncul setelah evaluasi menyeluruh terhadap kebutuhan perangkat keras di lingkungan pendidikan.

Berikut beberapa faktor utama yang menjadi alasan di balik efisiensi biaya tersebut:

  • Biaya per unit yang lebih rendah – Chromebook umumnya diproduksi dengan spesifikasi yang fokus pada tugas berbasis cloud, sehingga harga jualnya berada di bawah laptop tradisional.
  • Model berbasis cloud – Sistem operasi Chrome OS mengandalkan aplikasi web, mengurangi kebutuhan akan perangkat lunak berlisensi mahal dan memperkecil beban pemeliharaan.
  • Umur pakai yang lebih panjang – Karena desainnya yang sederhana dan tidak bergantung pada komponen berat, Chromebook cenderung memiliki masa pakai yang lebih lama dibandingkan laptop konvensional.
  • Pengurangan biaya dukungan teknis – Manajemen perangkat dapat dilakukan secara terpusat melalui konsol admin Google, meminimalkan kebutuhan tenaga teknis di tiap sekolah.
  • Skalabilitas dan interoperabilitas – Chromebook mudah diintegrasikan dengan platform pembelajaran digital yang telah diadopsi secara nasional, menghindari biaya tambahan untuk integrasi sistem.

Data internal menunjukkan bahwa total anggaran yang dialokasikan untuk pengadaan perangkat belajar selama tiga tahun ke depan berkurang dari perkiraan awal Rp5,6 triliun menjadi sekitar Rp1,7 triliun, menghasilkan selisih Rp3,9 triliun yang kini dapat dialokasikan untuk program pendidikan lainnya, seperti peningkatan infrastruktur internet di daerah terpencil dan pelatihan guru.

Dengan langkah ini, pemerintah menegaskan komitmennya untuk memodernisasi pendidikan sekaligus menjaga keberlanjutan fiskal, memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan memberikan nilai maksimal bagi generasi muda.