Meningkatnya Nilai Pasar Pemain Indonesia di Eredivisie dan Dampaknya pada Piala Dunia 2026 Belanda
Meningkatnya Nilai Pasar Pemain Indonesia di Eredivisie dan Dampaknya pada Piala Dunia 2026 Belanda

Meningkatnya Nilai Pasar Pemain Indonesia di Eredivisie dan Dampaknya pada Piala Dunia 2026 Belanda

LintasWarganet.com – 29 Mei 2026 | Sejumlah pemain Timnas Indonesia yang berkarier di Liga Belanda (Eredivisie) menunjukkan performa impresif musim ini, memicu lonjakan nilai pasar yang signifikan. Keberhasilan mereka tidak hanya mengangkat profil pemain secara individu, tetapi juga menambah dinamika bagi Timnas Belanda menjelang Piala Dunia 2026 yang akan diselenggarakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Lonjakan Nilai Pasar Tiga Pemain Timnas Indonesia di Eredivisie

Ketiga pemain yang menjadi sorotan, yakni kiper Maarten Paes, bek tengah Justin Hubner, dan bek sayap kiri Nathan Tjoe‑A‑On, berhasil meningkatkan nilai pasar masing‑masing secara dramatis berkat kontribusi konsisten di klub mereka.

  • Maarten Paes – Setelah dipindahkan dari MLS FC Dallas ke Ajax Amsterdam pada bursa transfer musim dingin, Paes langsung menjadi pilihan utama karena cedera Vitezslav Jaros. Ia mencatat 13 penampilan resmi, enam kali menjaga gawang tanpa kebobolan, dan membantu Ajax melaju ke babak kualifikasi Conference League. Nilai pasar Paes melambung dari Rp26,07 miliar menjadi Rp34,76 miliar.
  • Justin Hubner – Bek tengah asal Indonesia yang sebelumnya bergabung dengan Wolverhampton Wanderers menemukan tempat tetap di Fortuna Sittard. Ia bermain 25 kali, mencetak dua gol serta satu assist, dan menjadi pilar pertahanan klub. Nilai pasar Hubner naik dari Rp13,91 miliar menjadi Rp17,38 miliar.
  • Nathan Tjoe‑A‑On – Setelah periode singkat di Swansea City, Nathan berpindah ke Willem II pada awal musim 2025/2026. Ia menjadi figur utama dalam 38 penampilan resmi, memimpin tim meraih promosi ke Eredivisie. Nilai pasar Nathan meningkat dari Rp6,08 miliar menjadi Rp7,82 miliar.

Persiapan Timnas Belanda Menuju Piala Dunia 2026

Di sisi lain, Timnas Belanda (De Oranje) memasuki Piala Dunia 2026 dengan skuad yang dipenuhi kombinasi pemain senior berpengalaman dan talenta muda yang sedang menanjak. Ronald Koeman menyiapkan formasi yang menitikberatkan pada lini pertahanan yang dipimpin kapten Virgil van Dijk, sementara lini tengah diatur oleh Frenkie de Jong bersama Ryan Gravenberch dan Tijjani Reijnders. Di lini serang, Memphis Depay tetap menjadi figur terpenting, didukung oleh Cody Gakpo, Donyell Malen, dan Noa Lang.

Namun, skuad Belanda mengalami beberapa tantangan. Xavi Simons harus absen karena cedera ACL yang terjadi 47 hari sebelum turnamen. Selain itu, bek Arsenal, Jurriën Timber, masih dalam proses pemulihan cedera sejak Maret dan belum kembali berlatih penuh. Meskipun demikian, Koeman tetap memasukkan nama Timber dalam daftar 26 pemain sementara, mengindikasikan kepercayaan tinggi terhadap kualitasnya bila ia pulih tepat waktu.

Pascal Struijk, bek tengah asal Leeds United dengan keturunan Indonesia‑Belanda, tidak masuk dalam skuad akhir. Keputusan ini membuka peluang naturalisasi bagi Struijk, yang kini menjadi sorotan PSSI. Jika proses naturalisasi berhasil, Indonesia berpotensi menambah kedalaman lini belakang dengan pengalaman Premier League.

Untuk mengantisipasi ketidakpastian Timber, Koeman menambahkan Ian Maatsen (Aston Villa) sebagai pemain cadangan. Maatsen, yang memiliki darah Indonesia dari ibunya, siap bergabung dengan skuad Belanda di Zeist bila Timber belum fit pada saat turnamen dimulai. Keputusan ini mempertegas strategi Koeman untuk tetap memiliki opsi fleksibel di lini belakang.

Implikasi bagi Timnas Indonesia

Keberhasilan tiga pemain Indonesia di Eredivisie sekaligus dinamika naturalisasi pemain keturunan Indonesia seperti Pascal Struijk dan Ian Maatsen memberikan sinyal positif bagi PSSI. Nilai pasar yang naik menunjukkan peningkatan kualitas pemain Indonesia di kancah Eropa, yang dapat dijadikan argumen kuat dalam negosiasi naturalisasi. Jika Struijk dan Maatsen memilih mengenakan jersey Merah Putih, Indonesia akan memperoleh dua bek dengan pengalaman kompetisi tinggi, sekaligus menambah pilihan bagi pelatih John Herdman dalam mempersiapkan ajang regional dan internasional.

Selain itu, pencapaian Paes, Hubner, dan Tjoe‑A‑On dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda di tanah air. Peningkatan nilai pasar mereka mencerminkan bahwa pemain Indonesia mampu bersaing di level tertinggi, asalkan mendapatkan kesempatan bermain reguler dan dukungan klub yang tepat.

Secara keseluruhan, musim 2025/2026 menandai tahun penting bagi hubungan sepak bola Indonesia‑Belanda. Di satu sisi, Eredivisie menjadi platform bagi tiga pemain Garuda untuk menambah nilai diri, sementara di sisi lain, skuad Belanda menyiapkan diri untuk meraih trofi pertama di Piala Dunia dengan mengatasi cedera dan memanfaatkan peluang naturalisasi. Dinamika ini tidak hanya memperkaya kompetisi di Eropa, tetapi juga membuka peluang strategis bagi Timnas Indonesia dalam upaya memperkuat kualitas skuad nasional ke depan.