Prabowo Instruksikan Pengajaran Bahasa Prancis di Sekolah, P2G Catat Bahasa Portugis Belum Terealisasi Tahun Lalu
Prabowo Instruksikan Pengajaran Bahasa Prancis di Sekolah, P2G Catat Bahasa Portugis Belum Terealisasi Tahun Lalu

Prabowo Instruksikan Pengajaran Bahasa Prancis di Sekolah, P2G Catat Bahasa Portugis Belum Terealisasi Tahun Lalu

LintasWarganet.com – 29 Mei 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam sebuah pertemuan dengan pejabat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (P2G), menekankan pentingnya menambahkan bahasa Prancis ke dalam kurikulum sekolah dasar dan menengah. Ia menyatakan bahwa penguasaan bahasa Prancis dapat memperluas peluang kerja bagi generasi muda serta memperkuat hubungan diplomatik Indonesia dengan negara-negara Francophone.

Instruksi Presiden mencakup beberapa langkah konkrit, antara lain:

  • Penambahan mata pelajaran bahasa Prancis pada kurikulum nasional mulai tahun ajaran 2025/2026.
  • Pelatihan intensif bagi guru bahasa asing yang sudah ada serta rekrutmen guru baru yang kompeten dalam bahasa Prancis.
  • Penyediaan modul pembelajaran digital yang dapat diakses secara gratis oleh semua sekolah.
  • Kerjasama dengan Kedutaan Besar Prancis serta lembaga kebudayaan Prancis untuk menyediakan materi ajar berkualitas.

Di samping itu, P2G menegaskan bahwa program bahasa Portugis tetap menjadi prioritas. Kendala utama yang dihadapi meliputi kurangnya buku teks yang disesuaikan dengan standar pendidikan Indonesia dan minimnya tenaga pengajar bersertifikasi. Kementerian berencana mengadakan beasiswa bagi calon guru bahasa Portugis serta mengundang tenaga ahli dari Brazil dan Portugal untuk memberikan pelatihan.

Para pengamat pendidikan menilai bahwa kebijakan ini dapat meningkatkan kompetensi bahasa asing di kalangan pelajar Indonesia, namun menyoroti perlunya pendanaan yang memadai serta evaluasi berkala untuk memastikan kualitas pengajaran. Mereka juga mengingatkan bahwa penambahan mata pelajaran baru harus seimbang dengan beban belajar siswa.

Dengan langkah ini, pemerintah berharap generasi muda Indonesia tidak hanya menguasai bahasa Inggris, tetapi juga bahasa-bahasa lain yang strategis dalam era globalisasi, seperti bahasa Prancis dan Portugis.